Sukses

Parenting

Ask The Expert: Dukungan Kesehatan Mental Ibu Penting Agar Perkembangan Anak Maksimal

Fimela.com, Jakarta Tepat pada 22 Desember, diperingati dengan Hari Ibu. Sosok Ibu merupakan seseorang yang multitalksing, semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan waktu bersamaan, mulai dari urusan rumah, suami, anak, dan kantor bagi yang bekerja.

Banyaknya pekerjaan yang dilakukan oleh ibu, tentu bisa memengaruhi kesehatan mental, mulai dari disadari maupun tidak disadari. Dra. Ratu Ade Waznah Sofwat, Psi, M.Psi dari Rumah Sakit EMC Pekayon mengatakan jika Kesehatan mental sendiri merupakan satu kegiatan di mana orang bisa tau bagaimana potensi diri, kemudian bisa menghadapi semua masalah yang berkaitan dengan dirinya dia secara baik.

"Jadi setiap orang kan pasti ada stres, pasti ada masalah. Nah, ketika mentalnya sehat maka dia bisa tuh beradaptasi dengan persoalan yang sedang dialami," ujar Psikolog Ratu dalam Ask The Expert bersama Fimela.

Lalu bagaimana gejala gangguan pada kesehatan mental terutama pada ibu? Psikolog Ratu mengatakan gangguan kesehatan mental pada ibu biasanya diikuti dengan new mood atau gangguan perasaan. Gangguan mood yang naik turun hingga emosinya tidak stabil.

"Misalnya karena faktor kelelahan seharian dia bekerja dari pagi sampai malam. Anaknya berulah sedikit terus langsung tuh teriakan suaranya. Nah itu biasanya sudah kena gangguan kesehatan mental, kena toleransinya dia, gak bisa mentolerir gangguan moodnya dia. Sekali dua kali gapapa, gangguan mental itu terjadinya berulang kali dan pada akhirnya itu mengganggu lingkungan sekitarnya," paparnya.

Pengaruh hormon dan perubahan biologis pasca melahirkan terhadap kesehatan mental ibu,menurut Psikolog Ratu pengaruhnya cukup besa. Sebab, saat hamil terjadi banyak perubah hormon. Biasanya ketika perubahaan hormon tersebut tidak bisa dikendalikan dengan baik maka perubahan perubahan secara biologis itu juga bisa memengaruhi kesehatan mental.

Untuk itu, yang perlu kita lakukan adalah tidak mengikuti apa namanya suasana hati, kedua adalah dengan konsumsi makanan makanan yang bergizi bisa mempengaruhi hormon kita menjadi lebih baik.

"Jadi kalau misalnya tidak diatasi, kalau kita bicara soal kesehatan mental itu semakin diikuti malah semakin terganggu kesehatan mentalnya. Namun, jangan dilawan tapi diterima. oke caranya begitu. Perubahan hormonal yang terjadi perubahan biologis yang terjadi itu sudah kodrat jadi lebih baik mindfull, nikmati bahwa ini proses menjadi seorang ibu," ungkapnya.

Kesehatan Mental Memengaruhi Perkembangan Anak

Psikolog Ratu menyampaikan tanpa disadari bahwa perilaku yang ditimbulkan anak, perilaku-perilaku menyimpang itu justru diakibatkan karena faktor psikologis ibunya. Jadi anak itu manifestasi dari orangtua.

"Jadi jangan salahkan kalau, "Bu, anaknya senang mukul". "Sebentar, yang mukul di rumah siapa?". "Nggak ada". Gak mungkin, pasti dia mencontoh," paparnya.

Ia menambahkan, ketika ibu mengalami kecemasan yang berlebihan, maka kecemasan ini akan ditularkan ke anak. Anaknya akan mengalami itu. Terkadang banyak anak-anak usia 2-3 tahun sulit diberitahu.

"Sehingga ketika dia sudah dikasih tau ibunya marah, semakin ibunya marah, anaknya semakin ngotot. Jadi kalau saya bilang, "Ketika anak marah, ibu ambil jarak dulu". Biarkan dia. Kemudian ibu udah selesai, ini kan energinya baru nih energi positif nih. Kita bilang, "Oke sayang, kenapa?"," jelasnya.

Kerentanan mental ibu akan berpengaruh besar terhadap proses pola asuh anak di kemudian hari. "Jadi kalau saya bilang, "Boleh gak ibu marah? Boleh, boleh banget marah". Cuman saya bilang, "Manfaatnya apa sih?", kan gitu. Karena marah ini akan membekas loh ke anak. Kalau saya bilang, "Kalau tidak ada fungsi yang positif, buat apa?"," tambahnya lagi.

Dukungan untuk ibu itu penting

Psikolog Ratu menyampaikan, ada namanya dukungan psikologis awal, hampir sama dengan P3K-nya jika kita mengalami masalah fisik.

Dukungan psikologis awal ini apa sebetulnya? Bantuan-bantuan yang mungkin bisa membantu orang-orang yang terkena problem secara psikologis, misal contohnya ibu-ibu yang takut menghadapi kelahiran. Dia butuh support, tapi suaminya gak ada, kita sebagai orang terdekat atau teman atau saudara, bisa ada disampingnya.

"Gak perlu ngomong apa-apa. Kita cuma bilang gini, "Aku ada disini ya temenin kamu". Even nanti misalnya dia ngomong "ya kok gini gini gini", dengerin aja dulu. Bisa jadi dia gak perlu, gak perlu apa namanya, masukkan dari kita. Dia ingin didengarkan aja," paparnya

Kapan sih sebaiknya seorang ibu mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan gangguan kesehatan mentalnya? Psikolog Ratu Menyampaikan, ketika seseorang sudah tidak bisa lagi mengatasi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading