Sukses

Parenting

5 Tips Jitu Mendidik Anak agar Berani Mengeluarkan Pendapat

Fimela.com, Jakarta Sebagai orangtua, tentu Sahabat Fimela menginginkan anak berani mengungkapkan pendapat dan dapat berpikir secara kritis. Meski demikian, kemampuan ini tidak didapat dengan mudah karena diperlukan stimulasi terus-menerus dari orangtua dalam mendidik anak, supaya anak dapat mempelajari serta menerapkannya.

Mampu berbicara sendiri adalah sebuah keterampilan dan dibutuhkan waktu serta latihan bagi banyak anak untuk mengembangkannya. Mereka perlu memiliki kepercayaan diri dan kata-kata yang tepat untuk diucapkan.

Kemampuan anak dalam mengutarakan pandangan dan pendapatnya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain usia, kapasitas, dan kedewasaan; apakah mereka mempunyai atau belum mempunyai pengalaman berpartisipasi dalam layanan kesehatan atau proses pengambilan keputusan lain yang relevan (di rumah, sekolah, atau lainnya); sejauh mana mereka memahami situasi; serta seberapa nyaman dan terlibatnya mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mendukung anak-anak dalam mengekspresikan pendapat mereka, orangtua hendaknya melakukanĀ tipsĀ ini:

Bangun hubungan saling percaya kepada anak

Anak-anak akan lebih mudah mengutarakan pendapatnya ketika mereka mempercayai lawan bicaranya. Sebagai orangtua, wajiblah mengenal anak serta kebutuhan dan karakteristik pribadinya, serta selalu jujur.

Anak-anak mungkin perlu diyakinkan bahwa pendapat dan pemikiran mereka penting, bahkan kekhawatiran ā€œkecilā€ yang mungkin tampak tidak penting bagi orangtua.

Dorong anak untuk angkat bicara

Advokasi diri dapat dilakukan di manapun anak dapat mengungkapkan kebutuhannya. Dorong anak untuk memesan ketikan makan di luar atau menjawab pertanyaan petugas toko.

Anak-anak mungkin membutuhkan bantuan orangtua mereka. Namun, jika orangtua tidak segera turun tangan akan memberi anak kesempatan untuk memikirkan apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya. Ini juga menunjukkan bahwa orangtua tahu bahwa anak mampu melakukannya.

Minta anak untuk memberi masukkan

Anak-anak pemalu mungkin merasa bahwa apa yang mereka tambahkan ke dalam percakapan tidaklah penting. Ajaklah anak untuk berbagi pendapat dan membantu dalam mengambil keputusan. Misalnya, anak dapat membantu memutuskan apa yang akan dimakan keluarga untuk makan malam atau warna apa yang akan digunakan untuk mengecat dapur.

Anak-anak ingin tahu bahwa orangtuanya mendengarkan dan bahwa orang dewasa menghargai pemikiran mereka. Sahabat Fimela dapat menunjukkan hal ini kepada anak dengan mengatakannya dan menindaklanjutinya. Ini menunjukkan kepada anak bahwa berani berpendapat akan membawa perbedaan nyata.

Latihan dan permainan peran

Beberapa anak pemalu tahu apa yang harus mereka minta, tetapi mereka kesulitan mengungkapkan ketika saatnya tiba. Maka, berilah pelatihanĀ satuĀ situasi kepada anak. Orangtua bahkan dapat membantu membuat beberapa hal yang tertulis untuk diucapkan ketika anak perlu angkat bicara.

Misalnya, ā€œBolehkah saya berbicara dengan Anda setelah kelas selesai, Bu?ā€ atau ā€œSaya perlu waktu ekstra untuk menyelesaikan tugas iniā€.

Rayakan kesuksesan kecil

Akui dan rayakan pencapaian, meskipun itu tampak kecil. Mengambil langkah-langkah seperti mengangkat tangan di kelas atau menjawab pertanyaan dapat menjadi hal yang berat bagi anak-anak pemalu. Dorongan yang berkelanjutan akan membantu anak terus mengambil risiko dan bersuara.

Nah, setelah menerapkanĀ tips di atas, orangtua perlu mengetahui bahwa proses mengeluarkan pendapat adalah bagian dari perkembangan bahasa anak. Ini juga mulai memperlihatkan kepintaran anak dan pastikan mereka menjadi pribadi yang kuat dan cerdas.

Ā 

Ā 

Penulis: Miftah DK

#Unlocking The Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading