Sukses

Parenting

5 Dampak Bertengkar di Depan Anak Menurut Psikolog

Fimela.com, Jakarta Kehidupan pernikahan tidaklah selalu indah. Komunikasi dan rasa percaya diperlukan untuk menyatukan dua isi kepala yang berbeda dalam sebuah rumah tangga.  Naik turun kehidupan rumah tangga ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi sebuah pasangan. Tidak bisa dipungkiri akan ada masa dimana pasangan akan berbeda bendapat dan mungkin bertengkar.

Respon setiap pasangan akan berbeda saat menanggapi sebuah konflik.  Pertengkaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Salah satunya bertengkar di depan anak. Tahukah Sahabat Fimela bahwa bertengkar di depan anak dapat menimbulkan dampak negatif untuk anak? Yuk simak 5 dampak negatif bertengkar di depan anak menurut psikolog Dr. Rashmi Prakash:

1. Tekanan Emosional

Bertengkar di depan anak akan menimbulkan tekanan emosional yang sangat besar untuk anak. Anak akan merasa cemas dan takut dan membahayakan kesehatan mentalnya.  Anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang mudah cemas dan kurang percaya diri.

2. Masalah Kesehatan

Rasa cemas, takut, dan tidak berdaya yang dirasakan anak saat melihat orang tua akan menyebabkan anak kurang nyaman. Anak akan mulai kehilangan selera makan atau bahkan makan secara berlebihan sebagai bentuk melampiaskan emosi. Anak juga akan sulit untuk tidur karena merasa kurang nyaman berada di rumah.

3. Merasa Rendah Diri

Rasa cemas, takut, malu, bersalah, dan tidak berharga akan selalu menghantui anak karena seringkali menyaksikan orang tua bertengkar. Akibatnya anak akan lebih banyak diam dari biasanya. Karena kepercayaan diri yang menurun dan secara perlahan anak akan menjadi pribadi yang rendah diri. Ia akan kesulitan mempertahankan image baik di lingkungan sekitar.

4. Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pertengkaran orang tua dapat berupa argumen dengan suara keras atau bahkan kekerasan fisik. Saat anak di rumah melihat orang tuanya bertengkar, mau tidak mau ia akan mendengar dan melihatnya. Ini akan menyebabkan rasa takut dan distraksi berlebih dalam pikiran anak. Sehingga saat belajar, anak akan kesulitan untuk konsentrasi.

5. Potensi Gagal dalam Sebuah Hubungan

Anak akan meniru apa yang ada di sekitarnya. Saat orang tua bertengkar, anak akan percaya bahwa inilah cara menyelesaikan masalah dalam sebuah hubungan. Sehingga besar kemungkinan anak akan gagal dalam hubungan di masa depan. Tidak hanya itu, anak juga bisa merasa trauma sejak dini pada sebah hubungan. Akibatnya saat dewasa ia tidak percaya pada sebuah keharmonisan dalam hubungan

Konflik dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar. Tapi perlu diingat untuk tidak melibatkan atau jangan sampai membuat anak terkena dampaknya. Pahami situasi dan kondisi saat akan berargumen dengan pasangan. Semoga informasi tadi dapat membantu Sahabat Fimela ya!

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading