5 Alasan Kenapa Kamu Enggak Boleh Malu dengan Bentuk Tubuhmu

Karla Farhana diperbarui 21 Sep 2015, 16:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Gemuk, kurus, tinggi, dan pendek. Itulah yang membuat setiap orang berbeda. Tapi, banyak orang yang enggak bisa menerima bentuk tubuhnya sendiri. Semua dikarenakan adanya standar yang dibentuk oleh pendapat masyarakat. Cantik itu begini. Berarti kalau enggak begini, kamu enggak cantik. Cara berpikir inilah yang membuat sebagian orang malu dengan memiliki tubuh yang enggak sesuai dengan 'kesepakatan.' 

Padahal, ketika kamu malu dengan bentuk tubuhmu, kamu akan kehilangan rasa cinta terhadap dirimu. Kamu enggak akan bisa lagi menerima bagaimana pun bentuk wajah, tubuh dan bahkan warna kulit serta tekstur rambut. Kamu menjadi kurang bersyukur dan menerima apa adanya. Dan terlebih lagi, malu terhadap bentuk badan sendiri akan menimbulkan kelima hal di bawah ini. 

Melukai perasaan orang lain. Malu dengan bentuk tubuhmu juga bisa mengundang orang lain untuk 'menghina.' Banyak orang yang awalnya bercanda dengan menyinggung keadaan fisik seseorang. Niatnya mungkin bercanda. Tapi kata-katamu bisa melukainya. Dan ketika kamu malu denganbentuk tubuhmu sendiri, rasa malu itu menjadi lebih kuat setelah mendengar perkataan teman-temanmu. Dan ini akan melukai perasaanmu. 

Menimbulkan perpecahan antar sahabat. Banyak sahabat yang tadinya sangat solid dan saling perhatian tiba-tiba menjauh. Persahabatan yang sudah terjalin lama hanya karena saling menyinggung perasaan satu sama lain dengan membicarakan bentuktubuh yang enggak sempurna. Mungkin memang terdengar sepele dan banyak drama. Tapi hal ini enggak jarang terjadi. 

Bisa menghancurkan hidup orang lain. Bukan hanya pertemanan yang rusak. Tapi juga hidupmu. Ketika orang lain memberikan komentar negatif tentang bentuk tubuhmu yang menurut mereka enggak ideal, kamu kemudian merasa malu dan takut untuk bertemu orang lain. Bahkan ada rasa enggak ingin hidup lagi hanya karena malu. Enggak sedikit kasus bunuh diri yang disebabkan karena malu dan bullyingStress dan depresi bisa mengancap nyawa orang lain. 

Bisa menjadi penyebab gangguan makan. Rasa malu dan ingin menjadi sempurna mendorongmu untuk mengubah tampilan secara drastis. Misalnya, ketika kamu diteriaki "gendut" setiap hari, timbul rasa ingin berubah dan ingin menjadi langsing. Saking takutnya gemuk, kamu akhirnya enggak mau makan. Setiap makan, kemudian kamu muntahkan kembali. Lama-lama kamu bisa mengidap penyakit anoreksia yang juga bisa mengancam nyawamu sendiri.

Karena menghina berdasarkan keadaan fisik seseorang enggak akan memberikanmu hal positif. Bukan hanya berlaku untuk orang lain. kamu juga harus memulai dari dirimu sendiri. Mulailah untuk mencintai dirimu dan menghargai orang lain. Betapa pun besarnya ukuran badan seseorang, atau betapa pun kurusnya dia, mengomentari fisik seseorang bukan urusanmu. Dan kamu enggak akan mendapatkan kebaikan.

Kepuasan? Engga ada kepuasan yang bisa kamu raih hanya dengan terus berkomentar tentang fisik orang lain. 

Itu dia alasannya kenapa kamu enggak boleh malu dengan bentuk tubuhmu. Karena bagaimana pun bentuk tubuhmu, dan apa pun kata orang lain, kamu adalah kamu. Kamu enggak minta dilahirkan dengan bentuk mata yang seperti itu. Kamu enggak memilih warna kulit sebelum kamu dilahirkan. Perbedaan justru akan membuat dunia menjadi indah. Dan ketika kamu sanggup menerima semua, kamu akan bersinar dengan sendirinya. 

Baca juga: 5 Cara Supaya Bisa Lebih Mencintai Tubuhmu