Stroke Ringan, Pria Asal Bali Ini Bertransformasi Jadi Iron Man

Febriyani Frisca diperbarui 18 Jan 2016, 22:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi penggemar komik Marvel dan tokoh superhero fiksi, nama Iron Man pasti sudah nggak asing lagi di telinga. Meski hanya fantasi, namun rupanya tokoh yang diperankan oleh Robert Downey Jr ini membuat pengagumnya ikut berkhayal bila Iron Man berada di kehidupan nyata. Terutama anak-anak.

Jika selama ini kamu termasuk golongan orang-orang yang hanya bisa berandai-andai keberadaan Iron Man di dunia nyata, nampaknya kamu bisa mewujudkan angan-angan itu di kehidupan asli. Dilansir oleh Balipost.com pada Rabu (13/1), seorang warga Bali merancang sejenis robot yang bisa menggerakan tangannya yang stroke ringan.

Adalah I Wayan Sumardana alias Tawan, seorang tukang yang divonis menderita stroke ringan enam bulan lalusehingga nggak bisa lagi bekerja normal seperti sebelumnya. Meski sempat stres, namun rupanya, vonis tersebut nggak membuat pria asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel ini patah arang. Ia putar otak untuk bisa menafkahi keluarga kecilnya.

Berbekal kemampuan mengelas, pengetahuan elektronik, dan mencari informasi di internet memberikannya inspirasi untuk membuat robot yang bisa menggerakkan tangan kirinya. Dengan begitu, ia bisa bekerja secara normal. Dalam pembuatan robot itu, ia dibantu oleh sang istri Ni Negah Sudartini dan tiga anak lelakinya yang masih bocah.

Diketahui, pria 31 tahun ini memang tamatan STM Rekayasa Denpasar. Maka tak heran apabila ia bisa merancang robot yang sebagian besar dirancang dari barang rongsokan. Komponen dari shock sepeda motor dan perangkat elektronik komputer rongsokan adalah di antaranya. Meski demikian, ia perlu mencoba hingga lima kali agar robot EEG buatannya berfungsi dengan baik.

"Alat ini belum sempurna, tetapi sudah lumayan membantu saya. Tanpa alat ini saya sama sekali tak bisa bekerja menggunakan tangan kiri. Namun dengan bantuan ini, menggangkat beban berat juga bisa. Dengan alat ini, kekuatannya jauh lebih besar,’’ papar Tawan pada Balipost.com.

 

Dengan bantuan robot EEG, tangan kiri Tawan yang lumpuh mampu mengangkat sebuah pelek mobil yang beratnya mencapai 10 kilogram dengan ringan jika dibandingkan dengan tangan kanannya yang normal. "Menggunakan robot ini, signal otak saya terkuras. Saya harus konsentrasi memikirkan atau fokus kepada benda apa yang mau diambil atau mengerjakan apa. Kalau tak fokus, saya kesulitan. Jadi perlu memfokuskan otak untuk memerintahkan robot," ungkap Tawan.

Dalam keterbatasan, ia masih melayani pekerjaan las panggilan bagi pelanggannya. Sebelum divonis lumpuh, menurut dokter, Tawan memiliki kadar kolesterol dan tekanan darahnya normal. Terlebih, ia masih muda dan punya berat badannya normal.