Masih Nggak Ngaku Bunuh Mirna, Polisi Bawa Jessica ke Psikiater

Gadis Abdul diperbarui 12 Feb 2016, 11:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Misteri kematian Wayan Mirna Salihin (27) hingga kini belum mendapatkan jawaban pasti. Meski polisi sudah menetapkan status tersangka kepada Jessica Kumala Wongso, teman ngopi Mirna di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada 6 Januari lalu, namun sepertinya polisi masih belum bisa melanjutkan kasus pembunuhan Mirna, pasalnya Jessica Wongso tak mengakui bahwa dirinyalah yang menaruh racun sianida di kopi Mirna.

"Kalau perbuatannya saja diingkari apalagi motifnya. Nah sekarang untuk menjelaskan itu berbagai teknik digunakan salah satu tekniknya pemeriksaan psikologi, psikologi forensik termasuk psikiatri forensik," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti seperti dikutip dari Liputan6, Jumat (12/2/2016). Supaya bisa mengetahui profil Jessica secara lengkap polisi membawa Jessica ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta untuk menjalani tes kejiwaan.

Krishna menjelaskan bahwa pada saat tes kejiwaan tersebut Jessica dipertemukan dengan psikiater ahli dan diperiksa dengan alat khusus yang hanya ada di RSCM. “Alasan Jessica diperiksa harus di RSCM. Karena alatnya ada di sana. Jadi intinya, keterangan ahli itu yang dalam kaitan dengan scientific investigation akan selalu digunakan berbagai ahli,” ujarnya.

Jika hasil tes kejiwaan Jessica Wongso sama dengan analisa kepolisian yang menemukan bahwa Jessica memang benar membunuh Mirna, maka hasil tes tersebut langsung dibawa ke pengadilan. Nantinya hasil tersebut akan dikumpulkan bersama beberapa barang bukti lainnya yang bisa digunakan untuk menguatkan dakwaan hakim.