Ini Alasan Pandji Pragiwaksono Gelar Tur Dunia Stand-Up Comedy

Syaiful Bahri diperbarui 24 Mar 2016, 03:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandji Pragiwaksono dalam waktu dekat akan menggelar tur dunia Stand-up comedy bertajuk 'Juru Bicara 2016' di 24 kota 5 benua di dunia. Tur dunia akan digelar mulai berlangsung sejak April hingga Desember 2016.

Pandji memiliki alasan mengapa memilih kota-kota untuk menggelar tur dunianya. Dalam tour kali
ini ia akan mengangkat isu Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai prioritas dalam turnya lantaran memiliki perjuangan akan nilai sosial dan perdamaian, dari Tokyo hingga Liverpool.

"Kota-kota ini dipilih karena merupakan kota-kota gerakan sosial di masanya hingga hari ini. Kota ini menjunjung geliat gerakan sosial dan menjunjung tinggi nilai perdamaian, non-diskriminasi atas ras, warna kulit, orientasi seksual, gerakan kelas pekerja, ekonomi kreatif, dan masih banyak alasan lainnya," ucap Pandji kepada Bintang.com di Brown Bag Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016).

Ada 24 kota 5 Benua di seluruh dunia yang ia pilih yakni kota Shanghai, Beijing, Hannover, Leipzig, Berlin, Frankfurt, Munchen, Pretoria, Tokyo, Melbourne, Sydney, Los Angeles, San Francisco, Chicago, Philadelphia, Washington DC, Boston, Liverpool. Sementara di Indonesia akan digelar di Medan, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Makassar, dan ditutup di Jakarta pada 10 Desember bertepatan dengan hari HAM.

"Sebenarnya yang berkarya pasti ingin tur dunia, ini kebetulan rejeki yang saya jalankan. Pertama, Saya pernah stand up diluar negeri ternyata orang Indonesia yang di luar negeri  mereka rindu tentang info di Indonesia, itu alasan saya ngotot mau tur dunia," jelas pria kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 silam ini.

Mengangkat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tur dunianya, Pandji berharap jika masyarakat Indonesia khususnya atau WNI yang ada di seluruh dunia bisa ikut serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang dirampas.

"Saya mengajak masyarakat untuk ikut mendesak pemerintah menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM, karena saya percaya kalau kasus pelanggaran HAM yang sebelumnya tidak terselesaikan, maka peluang terjadi lagi sangat terbuka," tukasnya.

Tur dunia Stand-up Comedy 2016 ini Pandji Pragiwaksono bekerjasama dengan Komisi untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Selain itu perjalanan tur dunia mulai April hingga Desember 2016 akan disiarkan di vidio.com, salah satu website video yang dimiliki Indonesia.