Ini Kata Pengamat Soal Keselamatan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Gadis Abdul diperbarui 30 Mar 2016, 16:17 WIB

Fimela.com, Jakarta Keselamatan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok separatis Abu Sayyaf dari Filipina, terancam. Pengamat teroris Al Chaidar berpendapat pemerintah harus menangani persoalan tersebut dengan membentuk tim negosiasi yang handal untuk membebaskan 10 WNI tersebut.

"Ini kasus terorisme maritim dengan memanfaatkan sandera untuk meminta uang tebusan. Di sini diperlukan kehandalan pemerintah untuk membentuk tim negosiasi. Biasanya kelompok Abu Sayyaf ini tidak meminta uang tebusan yang banyak," kata Al Chaidar kepada Bintang.com saat dihubungi, Rabu (30/3/2016).

Berdasar pengamatannya, Al Chaidar meyakini, kelompok garis keras Abu Sayyaf tidak akan membunuh para sandera. "Tidak akan dibunuh, karena mereka gerakan separatis keagamaan. Kalau non keagamaan, mungkin akan dibunuh," kata Chaidar. Namun begitu, Sarjana ilmu politik Universitas Indonesia ini mengatakan, keselamatan 10 WNI tersebut, juga tergantung dari hasil negosiasi pemerintah dengan kelompok Abu Sayyaf.

"Perlakuan terhadap sandera, tergantung agama mereka. Kalau Islam saya yakin mereka akan diperlakukan baik. Tapi kalau non muslim akan diperlakukan keji seperti binatang, misal dikerangkeng dan semacamnya," ucapnya.

What's On Fimela