Film 90-an, Desy Ratnasari Tak Sekalipun Jadi Pemeran Antagonis

Puput Puji Lestari diperbarui 15 Jun 2016, 22:46 WIB

Fimela.com, Jakarta Era 90-an adalah era keemasan Desy Ratnasari. Kecantikan dan kepolosan wajah Desy membuatnya selalu bermain protagonis. Hingga sekarang, tak sekalipun Desy pernah berakting antagonis baik di sinetron maupun di film layar lebar.

Desy memulai akting film lewat karya Elegi Buat Nana pada tahun 1988. Sedangkan untuk sinetron, karya pertamanya adalah Jendela Rumah Kita pada tahun 1989 yang ditayangkan di TVRI. Dua karya tersebut mengantarkan Desy menjadi bintang film termahal era 90-an.

Berbagai peran layar kaca yang menyedot perhatian publik dan berating tinggi. Itu terbukti dengan selalu masuknya nama Desy dalam berbagai penghargaan di tanah air. Desy juga menjadi artis pertama Indonesia yang dibuat cap tangannya untuk disimpan di Planet Hollywood Jakarta.

Film dan sinetron yang dibintanginya banyak menyedot perhatian penonton, di antaranya Olga Sepatu Roda, Blok M, bersama Didi Petet dan Paramitha Rusady membintangi Si Kabayan, serta film Joshua oh Joshua bersama aktor cilik Joshua Suherman dan Anjasmara.

 

Tahun 2007, Desy bermain dalam film Kun Fayakuun garapan Ustadz Yusuf Mansyur. Sinetron Desy yang terkenal diantaranya Jendela Rumah Kita, Saat Memberi Saat Menerima, Cinta, Anakku Terlahir Kembali, dan Malin Kundang. Dessy mampu memadukan popularitas dan kualitas yang jarang ditemukan dalam dunia hiburan Indonesia yang sangat cepat berganti-ganti trend.

Selain seni peran, Desy juga merambah ke seni olah vokal. Lagunya yang terkenal adalah Tenda Biru, sedangkan Takdir merupakan lagunya yang memicu kontroversial karena liriknya. Urusan pribadi, Desy bisa dibilang pelit komentar sehingga populer disebut Miss No Comment. Tapi urusan akting, Desy Ratnasari bisa dibilang pesonanya tak pernah pudar hingga sekarang.