Penyanyi 90an: Burgerkill, Band Metal Setenar Burger King

Riswinanti diperbarui 11 Feb 2017, 08:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Pecinta musik metal mungkin familiar dengan nama Burgerkill. Band yang mulai muncul sejak tahun 1995 ini adalah salah satu grup metal paling berpengaruh di Indonesia, dan masih eksis hingga saat ini.

Burgerkill sendiri dibentuk di Bandung, dan nama yang mereka gunakan adalah plesetan dari salah satu produk burger Amerika, Burger King. Saat dibentuk pada Mei 1995, band ini beranggotakan Eben, Ivan, Kimung, dan Dadan.

Dengan formasi tersebut, Burgerkill berhasil merilis single perdana, yang kemudian masuk dalam CD kompilasi band Bandung pada awal tahun 1997. Seolah tak mau tinggal diam, akhir tahu tersebut, mereka kembali memasukkan single mereka dalam kompilasi album Breathless. Cara ini terus berlanjut, hingga namanya semakin dikenal.

Burgerkill mulai bekerja sama dengan label pada tahun 1999. Mereka merilis album Three way Split bersama band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis), di bawah naungan Anak Liar Records. Baru pada tahun 2000, Burgerkill akhirnya merilis album perdana mereka sendiri yang berjudul Dua Sisi bersama Riotic Records.

Prestasi demi prestasi berhasil diraih Burgerkill sepanjang karir mereka. Juni 2003, mereka menjadi band hardcore pertama yang menandatangani kontrak 6 album dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Pada tahun 2004, band ini berhasil meraih penghargaan Best Metal Production di AMI Awards.

Seperti halnya band lain, Burgerkill pun juga sempat mengalami pergantian personil. Ketika Toto memutuska keluar pada tahun 2005, pergantian pun terjadi. Belum lagi, mereka sempat kehilangan Ivan, yang meninggal dunia pada Juli 2006. Meski demikian, mereka tetap bisa bertahan dan eksis hingga saat ini.

 

Burgerkill - Tiga Titik Hitam

Ketika semua bayang menjauh dari tubuh
Dan ketika semua angan enggan menyapa
Terbaring aku, terjebak aku
Di keheningan dalam ketiadaan

Kucoba cahayai ruang jiwa ini
Terus berharap dan terangi
Kucoba sembunyikan suara hati
Terus menampik dan berlari

Kutenggelam dalam kelam
Dan menjauh tanpa bayang
Kucoba menelan luka yang tak kunjung usai

Teriakan namamu
Dikesunyian hatiku
Meraba, merangkul suryamu
Dikehangatan jiwamu

Saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana akan kubawa diriku pergi
Semakin jauh, semakin rapuh

Lepaskan diri, jatuh membusuk
Biarkan aku, hilang .. Muak!