Kena kasus Narkoba Roger Danuarta Malah Bersyukur, Kenapa?

Teddy Kurniawan diperbarui 16 Okt 2017, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Roger Danuarta merasa bersyukur, pernah mengalami fase kehidupan yang kelam. Ia pernah terjerumus dalam lembah narkoba yang membuatnya menjadi ketergantungan. Terakhir ia ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di mobilnya, di sekitar Jalan Kayu Putih, Jakarta Timur, Februari 2014

Saat itu lengannya masih tertancap jarum suntik dan polisi memberikan keterangan, ditemukan narkoba jenis putaw dan ganja di kendaraan yang dinaiki Roger.

Mengingat kembali momen tersebut, Roger Danuarta bersyukur ditemukan dalam keadaan hidup. Sebab, banyak hal bisa terjadi dari penggunaan narkoba yang berlebihan. Roger pun kemudian divonis rehablitasi selama satu tahun di Lido, Jawa Barat.

"Tuhan bekerja secara misterius, kadang dengan begitu kita bisa hidup lebih baik dan banyak juga orang-orang yang merasakan kehidupan yang lebih baik dengan belajar dari sebuah kesalahan. Untuk aku, kalau aku tidak mengalami peristiwa kemarin, mungkin jalan aku jauh berbeda seperti sekarang," ujar Roger Danuarta saat ditemui di lokasi syuting Anak Masjid, belum lama ini.

Belakangan, Roger memang kerap berucap bijaksana. Fase demi fase kehidupan yang dialaminya, telah menjadikan artis kelahiran 15 Mei 1981 itu menjadi lebih dewasa.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Hikmah fase gelap

Bagi Roger Danuarta, sudah cukup masuk ke lembah hitam. Kini ia seperti mendapat kesempatan hidup kedua. (Foto: Deki Prayoga, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Roger Danurata saat ini berusaha untuk terus menjalani kehidupan dengan baik. Ia ingin melupakan masa lalunya yang kelabu dan memiliki visi ke depan tentang kehidupannya. Ditinggal pergi selamanya oleh sang ayah juga menjadikan pukulan telak bagi kehidupan Roger.

"Banyak banget hikmah, pelajaran dari itu semua yang aku dapatkan yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu. Setelah aku jalani (rehabilitasi), aku jadi tahu, adiksi itu ternyata nggak hanya ketergantungan dengan narkoba. Sama game juga, adiksi sama seks, power, dan hal itu yang kurang kita sadari sampai akhirnya kita jatuh," ujar Roger Danuarta.

Lepas dari Narkoba memang butuh perjuangan. Selain melalui program rehabilitas yang telah dilaluinya, Roger Danuarta benar-benar merasa sudah kapok berhubungan dengan barang haram itu. Ia lebih memilih memperbanyak kegiatannya.

"Memang dorongan terbesar itu dari diri aku sendiri yah, selain itu lingkaran terdekat seperti keluarga, sahabat, dan fans juga. Sebagai ucapan terimakasih ini yang aku tunjukan bahwa aku sekarang sudah begini (meninggalkan narkoba)," terang Roger Danuarta.

3 dari 3 halaman

Sempat dicap negatif

Roger Danuarta. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Setelah dinyatakan bersih dan keluar dari masa rehabilitasi, Roger Danuarta pun kembali ke masyarakat. Ia kemudian menerima beberapa tawaran pekerjaan. Roger mengungkapkan, dirinya saat itu sempat merasa kecil hati lantaran anggapan negatif banyak orang.

Namun rupanya semangat mengalahkan segalanya. Roger Danuarta yang seperti mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, lebih memilih untuk selalu berpikiran positif.

Memang banyak yang aku pikirin setelah bebas seperti ucapan negatif dari orang orang. Tapi, ini adalah cerita hidup aku, dan semua orang punya kisah yang berbeda," ujar Roger Danuarta.