Demam Film Horor, Al Ghazali Debut Horor Bareng Dara The Virgin

Anto Karibo diperbarui 12 Des 2017, 12:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Tak lagi dianggap sebelah mata, film dengan genre horor telah bangkit dari tidur lamanya. Seperti diketahui, pada beberapa tahun ke belakang, genre ini hanya menampilkan cerita sederhana dengan bumbu sensualitas dan seksualitas dari para pemainnya. Tak heran ketika paha dan dada bertebaran di sepanjang film.

Namun, kini film-film horor telah mendapatkan tempat tersendiri bagi masyarakat pecintanya. Belakangan, justru film dengan genre menegangkan dan menguras adrenalin tersebut yang berhasil mengumpulkan jumlah penonton terbanyak. Sebut saja kesuksesan Pengabdi Setan dan Danur.

 

 Dengan kesuksesan dan ragam cerita berkualitas dalam film horor, banyak pula pemeran yang sebelumnya menghindari genre ini justru merasa tertarik untuk ikut bermain. Seperti halnya Ahmad Al Ghazali yang dikenal dengan film-film drama, seperti Runaway (2014), LDR (2015), dan Where is my Romeo (2015) akhirnya mau terlibat dalam film horor.

Film bergenre horor suspense yang digarap oleh sutradara Bambang Drias tersebut tengah menjalani proses produksi. Film ini masih dirahasiakan judulnya, namun diakui dari sisi cerita siap memberikan adrenalin baru bagi pecinta film horor tanah air dengan alur yang menegangkan.

Tak hanya mengedepankan sisi komersil, namun film ini juga menyuguhkan nilai seni. Menurut Lukas Aspari dan Mr Gwei Tze Co, Eksekutif Produser film tersebut bahwa film yang sedang digarapnya ini tidak hanya memburu nilai komersilnya aja melainkan ada bagian seni yang menjanjikan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Al Ghazali Adu Akting dengan Dara The Virgin

Al Ghazali bermain film horor dengan Dara The Virgin (Dok. Istimewa)

"Ya, karena film ini adalah gabungan seni dan komersil, saya mengharapkan tidak hanya komersial saja dalam film yang diberikan akan tetapi ada nilai seninya yang menjanjikan," kata Lukas dalam jumpa pers di lokasi syuting kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/12/2017).

Dalam film ini, Al Ghazali beradu peran dengan Dara The Virgin. Beberapa pemain muda lain juga digaet untuk beradu akting dengan para pemeran senior. Sebut saja Laura Theux, Meta Permadi, Aliyah Faiziah, Velove Putri, Egi Fedly, Roweina, Hans Dekker, dan Didiet Dada.

Untuk diketahui, film ini merupakan kerjasama dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Menurut Lukas dan Gwei, tak ada kesulitan berarti saat proses produksi dilakukan. Pasalnya semua yang terlibat merupakan yang berkualitas di bidangnya masing-masing.

“Tentu ini tidak ada kesulitan yang berat, karena penulis sutradara dan artisnya yang bagus dan kompak," tambah Gwei. "Penonton akan diberikan suguhan yang memuaskan. Sangat menarik, penuh teka-teki dan penuh adrenalin. Penulisnya sudah ngetop yaitu Alim Sudio yang merupakan penulis dari film Ayat-ayat Cinta 2," lanjut Lukas.

3 dari 3 halaman

Ikut Festival Film Internasional

Dara The Virgin melakoni syuting sebuah film bergenre horor. (Dok. Istimewa)

Rencananya, film yang akan diikutkan dalam berbagai festival film internasional ini akan tayang di awal tahun depan. Karya Bambang Drias ini ditargetkan sebagai film andalan yang akan mendapatkan apresiasi Film Suspense terbaik di pelbagai Festival Film Internasional. Tak hanya itu, film ini juga akan ditayangkan di Asia, Eropa, dan Amerika.

"Kami melihat potensi market Indonesia dan Malaysia sangat bagus. Rencananya film ini akan tayang awal tahun 2018 yaitu Februari. Dan akan kami pasarkan juga secara global karena secara kualitas film ini bagus," tukas Lukas.  Kisah film yang di sutradarai oleh Bambang Drias berawal dari persahabatan empat remaja yaitu Wennie, Nina, Wulan, dan Cherry.

Suatu hari ke empat sahabat pergi ke vila untuk berpesta dan berlibur. Saat pesta berlangsung Wennie mengalami kejadian yang tak diinginkan, Al Ghazali melakukan tindak kekerasan kepada Wennie (diperankan oleh Dara) yang disaksikan oleh Nina, Wulan, dan Cherry. Hal ini membuat Wennie tidak dapat melupakan tragedi tersebut.

Beberapa tahun kemudian Wennie, Nina, Wulan, dan Cherry kembali bertemu dan merencanakan libur ke vila yang sama untuk berpesta. Namun keadaan tidak seperti dahulu, saat mereka hadir kondisi vila dalam keadaan angker yang dihuni oleh makhluk halus. Hal tersebut membuat ke empat sahabat ini mendapatkan gangguan dan teror dari makhluk halus penghuni vila angker nan menampilkan kesan horor tersebut.