Dihantui Papparazzi, Pink Perlihatkan Foto Bayinya

Fimela Editor diperbarui 28 Jun 2011, 01:00 WIB

Pink bukan menyerah menjadi ibu, melainkan ia menyerah untuk nggak seperti selebriti lain yang langsung meraup untung besar dengan menjual foto-foto pertama pascamelahirkan kepada majalah. Pink beserta suaminya, Carey Hart, akhirnya mau mempublikasikan foto putri mereka, Willow Sage Hart, kepada media massa dan mendonasikan seluruh pendapatan yang mereka terima dari penjualan foto tersebut ke yayasan amal milik restoran waralaba McDonald’s, Ronald McDonald House, dan organisasi yang menangani autisme, Autism Speaks.

“To anyone out there that buys a magazine, or goes onto a website to look at pictures of other people's children, may you at least think for a second about what you may inadvertently be supporting. We are so appreciative that people are interested in seeing our daughter. We WANT to share our joys with you, but as parents (and new parents), we should be able to govern these decisions, shouldn't we? And to be clear, I'm speaking directly to these "stolen" photographs--paparazzi photos.” Tulis Pink tegas dalam sebuah note yang disebarkanluaskan via situs resminya.

Masalah tapi belum selesai sampai di situ. Walaupun ia akhirnya mau juga memperlihatkan anaknya kepada publik, Pink masih saja menggerutu. Penyanyi yang mendukung pernikahan sesama jenis ini, menyayangkan bahwa media massa Amerika, baik majalah, koran, ataupun situs, nggak mengaburkan wajah anak-anak, yang biasanya dilakukan oleh media massa Eropa dan Inggris. Menurutnya, wajah seorang anak yang terpapar dengan bebas di media massa, sangat membahayakan keselamatan anak.

 

“So when you see our middle fingers up in all of our pictures, now you know the motivation. It's all we can do to stop images of a newborn baby from being printed without our consent. Can you imagine a world where they would blur out our middle finger to protect a "consumer" over blurring out an innocent child to protect their integrity and privacy?”  lanjutnya.

Melalui surat terbuka ini, Pink sangat mengharapkan suara hatinya sebagai ibu muda yang protektif bisa didengar oleh pihak-pihak penting negara, sehingga akan ada suatu perubahan dalam masalah ini.

“Thank you for letting me say my peace. Do I expect this letter to change the world? No. But if it plants a seed of awareness, if a politician or an activist or a legislator or a teacher or police officer is prompted to even think about it--let alone engage, I have done my part on behalf of my daughter. Not surprising that lesson one from me to my daughter is to let one's voice be heard.” tulisnya menutup catatan panjang tersebut.

What's On Fimela