Wajib Coba, Mi Rumput dan Wine Ubi Jalar

Fimela Editor diperbarui 13 Mar 2012, 08:59 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Wine Salak

Wine kini juga diproduksi dari buah salak oleh masyarakat Bali. Masyarakat di Kabupaten Karangasem, Bali, merintis menggunakan salak bali sebagai bahan baku utama. Karangasem memang menjadi daerah pemasok salak bali yang saat panen tiba, ratusan ton bisa dihasilkan. Pembuatan sebotol wine memerlukan 1 kilogram salak dan menghasilkan kadar alkohol sebesar 5-15 %. Salah satu merek wine salak adalah Salacca Wine yang diproduksi CV Dukuh Lestari. Saat ini wine salak juga tengah dikembangkan di Sleman, Yogyakarta.

Wine Ubi Ungu

Setelah wine salak populer, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bekerjasama dengan  Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian pembuatan wine dari ubi ungu (Ipomea Batatas) untuk meningkatkan nilai jualnya sekaligus mengangkat potensi lokal. Memang masih menunggu hak paten, tapi mulai tahun ini Bali dipastikan akan memproduksi wine dengan bahan baku ubi ungu secara besar-besaran dengan sasaran pasar hingga ke luar negeri. Menurut penjelasan Prof. Dewa, pabrik produk yang merupakan hasil penelitiannya selama 7 tahun dan menghabiskan dana sekitar 3,5 miliar rupiah ini berlokasi di Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali. Wine ubi ungu bermerek Sweet Wine ini bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp150.000,- sampai Rp175.000,- per botol. Kadar alkoholnya sekitar 4,5%, tanpa tambahan gula dan etanol (alkohol) buatan. Penasaran coba wine ubi jalar yang kaya zat gizi ini?

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

 

Mi Instan Rumput

Mi instan masih jadi andalan karena kepraktisan dan rasanya yang bisa diterima hampir semua lidah, walaupun mengandung kalori yang sangat tinggi dan berbahan pengawet. Tapi, kali ini hadir mi instan sehat berbahan dasar rumput Green Barley yang tumbuh di New Zealand dan Australia bermerek Healtimie. Selain itu, mi ini pun rendah lemak karena proses pematangannya menggunakan oven, bukan penggorengan. Zat lilin juga dipastikan tak ada dalam Healtimie. Tertarik mencoba? Healtimie sudah bisa kamu dapatkan di supermarket.

Bir Singkong

Di Indonesia, makanan kaya manfaat yang juga mengandung zat antikanker, antitumor, dan antioksidan ini diolah menjadi beragam penganan, tapi di Afrika bagian selatan, tepatnya Mozambik, singkong diolah menjadi bir karena stoknya yang melimpah. Perusahaan SABMiller memproduksi besar-besaran bir berbahan baku singkong 70 % yang kadar alkoholnya tinggi. Alkohol muncul dari fermentasi singkong yang dicampur dengan umbi-umbian lain. Bir singkong bermerek Impala itu dijual murah dan rasanya mirip dengan bir biasa.

Mi, wine, dan bir ini bisa jadi pilihan barumu untuk kurangi efek negatif bahan pengawet dan zat lain yang mengancam kesehatan, kan? Yuk, dicoba!