Punya Pacar, Tapi Masih Ingat Mantan?

Fimela Editor diperbarui 04 Apr 2012, 07:20 WIB
2 dari 3 halaman

Next

“Kalau ditanya, aku bakal jawab jujur kalau aku masih sayang sama mantan. Tapi kalau ingat yang dulu-dulu, nggak mungkin lagi untuk balikan,” ceplos salah satu teman.

“Aku juga masih sayang sama mantanku. Dia berkesan banget. Lucunya masih sayang, tapi nggak pengin sama-sama lagi karena dia bukan yang terbaik buatku. Aku tahu itu,” yang lain ikut mengaku.

Benar juga, ya... Ternyata banyak dari kita yang masih terbawa “bayangan” masa lalu. Nggak salah sih, karena perasaan nggak bisa dibohongi. Masing-masing punya masa lalu dan menjadikannya pelajaran berharga untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik ke depannya. Buktinya, salah satu teman saya itu menikah dengan laki-laki yang menurut dia jauh lebih baik dari sang mantan. Walaupun masih menyimpan rasa pada sang mantan, teman saya sama sekali nggak berharap kembali ke masa lalu.

“Kangen wajar, ya. Tapi nggak kalau buat balik lagi. Kalau aku masih sering membahasnya sampai sekarang juga cuma sebatas kenangan yang masih layak buat diinget, nggak tahu sampai kapan,” ungkapnya.

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

 

“Secara garis besar, sadar atau nggak, memang banyak dari kita yang masih sering mengingat-ingat hubungan yang pernah kita lalui dengan mantan kekasih. Namun, perlu ditanamkan kalau waktu berjalan maju, bukan mundur, terus memikirkan masa lalu bisa jadi penghalang kebahagiaan kita saat ini dan di masa depan,” ungkap psikolog Nova Ariyanto.

Teman lainnya bahkan nggak jarang membandingkan perlakuan sang mantan dengan pacarnya sekarang. Bukan menyesali hubungan barunya atau ingin kembali ke mantan, tapi menjadikannya sebagai tolok ukur. Terkadang, untuk menilai seberapa besar kemajuan kita, atau seberapa berhasil hubungan yang dijalani saat ini, kita membutuhkan perbandingan, bukan?

Ini sekadar wacana karena kita nggak akan pernah menemukan mana yang lebih baik, melupakan masa lalu atau tetap berjalan ke depan dengan masa lalu yang terus mengikuti. Kenyataannya masing-masing dari kita punya cara belajar, sekali lagi, untuk dapat yang terbaik dari yang pernah ada di samping kita. Kalau yang ini, setuju semua?