Wisata Jambi-Jogja: Belanja Roti Kacang & Makan Jadah-Tempe

Fimela Editor diperbarui 04 Mei 2012, 11:40 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Jambi

Jambi adalah salah satu propinsi di Sumatera yang punya beragam tempat wisata dan pantas jadi salah satu daerah tujuan wisata budaya. Mulai dari Taman Rimba; Danau, Taman Nasional, dan Gunung Kerinci; Candi Muara Jambi yang merupakan salah satu kompleks candi terbesar se-Asia Tenggara; sampai Taman Wisata Keluarga Kampoeng Radja. Banyak lagi tempat wisata yang layak kamu kunjungi. Dikenal sebagai kota beradat, beragam acara tahunan yang eksotis jangan kamu lewatkan dan wajib jadi salah satu alasan kamu ke sini: Festival Danau Kerinci atau Kenduti Sko, Festival Candi Muara Jambi, Upacara Mandi Safar, dan Arung Jeram Merangin, yaitu Kejuaraan Nasonal Arung Jeram di Batang Merangin yang diadakan tiap tahun.

Nah, kali ini yang akan kami ceritakan secara spesial  adalah bermacam cinderamata khas Jambi yang bisa kamu bawa pulang. Batik kayu, batik Jambi, kerajinan tempurung kelapa, kopi luak, teh kayu aro, beberapa barang dan minuman khas Jambi itu bahkan berpeluang diekspor dan sudah dipamerkan ke Belanda 2 bulan lalu. Ada lagi roti kacang Jambi Jaya di Jl. Sultan Agung. Meski namanya roti kacang, kamu bisa mencoba 4 varian rasa, kacang hijau, kacang keju, cokelat, dan pandan, yang ditawarkan mulai dari Rp14.000,- sampai Rp28.000,- per kotak.

Di Jambi, kamu juga nggak boleh melewatkan Gang Mega di Jl. Sisingamangaraja, yang terkenal dengan pusat penjualan keramik impor yang kualitas dan tampilannya berbeda dengan keramik di daerah mana pun. Sembilan toko di lorong Pasar Jambi itu merupakan usaha keluarga,  sudah ada sejak tahun 1980-an, sehingga sudah menjadi salah satu ikon Jambi. Pusat kaos seperti Dagadu Jogja dan Joger Bali ternyata juga ada di Jambi dengan nama  Jakoz.

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

Jogja

Jogja. Mendengar kota ini, pasti langsung terbayang keratin, batik, dan gudeg. Padahal, banyak sekali ciri khas lain, souvenir, dan makanan khas yang bisa kamu temukan di sini. Kerajinan kulit, rotan, bambu, rajut, dan gerabah beberapa contohnya. Untuk gerabah, kamu bisa langsung menuju ke Kasongan. Di sepanjang jalan sampai gang-gang kecil kamu akan dengan mudah menemukan pengrajinnya dan membeli berbagai peralatan dapur sampai interior klasik dan cantik.

Kalau kamu tertarik membeli berbagai macam kerajinan dari kulit sapi maupun ular, kamu bisa ke daerah Manding, Bantul. Di sanalah surganya pengrajin kulit. Jadi, sekarang kamu tahu kan, kalau tempat wisata belanja di Jogja nggak cuma Malioboro? Atau, mau yang praktis? Temukan sebagian besar kerajinan khas Jogja di Mirota Batik yang ada di Jl. Malioboro dan Jl. Kaliurang.

Bicara makanan, nggak akan ada habisnya kalau dibahas di sini satu per satu. Kami sebutkan saja beberapa makanan yang menurut kami harus kamu coba dulu. Sate Klathak jadi urutan pertama. Sate Klathak adalah sate kambing yang dibumbui cuma dengan merica dan garam, sehingga rasanya gurih pedas. Enaknya, sate ini dimakan dengan nasi putih yang disiram kuah gulai. Slluurrppp. Temukan sate Klathak di daerah Bantul, salah satunya Sate Klathak Pak Barry yang terletak di pasar Desa Wonokromo.  

Atau kamu sedang ke daerah Kaliurang untuk menikmati udara pegunungan yang segar? Jangan lupa mencoba sate kelinci dan jadah-tempe. Jadah yang gurih dimakan bersama tempe bacem supermanis, apa jadinya? Legit! Nggak puas kalau kamu nggak mencobanya sendiri. Berbagai makanan dari jamur juga “menjamur” di Jogja. Kamu bisa ke Jejamuran atau mencoba makan berbagai olahan jamur di daerah pertambangan pasir di Kaliurang. Tempatnya terpencil dan kecil, tapi pantas kamu coba.

Masih di daerah Kaliurang, kamu bisa menemukan beberapa warung sego abang lombok ijo yang buka di pinggir jalan. Jangan ditanya, warung-warung ini jarang sepi pengunjung. Rasanya yang pas di lidah dan bergizi tinggi membuatnya jadi menu pilihan keluarga.

Hayo, mau berkunjung ke mana dulu?