Sukses

Lifestyle

Rayakan HUT Jakarta ke-499 dengan Pilah Sampah, Aksi Cinta Laura Ingatkan Pentingnya Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar

Fimela.com, Jakarta - Di tengah berbagai perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499, Cinta Laura memilih cara yang berbeda. Alih-alih menghadiri acara seremonial, ia turun langsung ke area Car Free Day (CFD) untuk mengajak masyarakat memilah sampah.

Mengenakan busana olahraga bernuansa oranye yang mencerminkan semangat positif, Cinta terlihat aktif berinteraksi dengan warga sambil memperkenalkan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar terhadap lingkungan sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Melalui unggahannya, Cinta mengajak masyarakat untuk ikut menjaga Jakarta agar menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman. Pesan tersebut terasa relevan mengingat persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan terbesar di ibu kota.

Mengapa Pilah Sampah dari Rumah Itu Penting?

Banyak orang masih menganggap seluruh sampah akan berakhir di tempat yang sama. Padahal, pemilahan sejak awal dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Secara sederhana, sampah dapat dipisahkan menjadi beberapa kategori, seperti sampah organik, anorganik yang dapat didaur ulang, dan residu. Ketika sampah sudah tercampur, proses pengolahan menjadi jauh lebih sulit dan biaya pengelolaannya pun meningkat.

Seperti yang dilansir dari Waste4Change, sekitar 7.000 ton sampah masuk ke TPST Bantar Gebang setiap hari. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan sampah organik yang mudah terurai, sementara sisanya terdiri dari plastik, kertas, logam, kaca, limbah B3, dan residu.

Idealnya, hanya sekitar 20 persen sampah yang benar-benar berakhir di TPA. Sisanya dapat didaur ulang, dikomposkan, atau bahkan di-upcycle menjadi produk baru yang memiliki nilai guna lebih tinggi. Namun kondisi tersebut hanya bisa tercapai apabila sampah sudah dipilah sejak dari sumbernya.

Karena itu, pemilahan dari rumah, kantor, atau ruang publik menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Aksi yang dilakukan Cinta Laura sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Jakarta yang tengah memperkuat budaya pemilahan sampah. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari sumbernya sebagai bagian dari upaya penanganan sampah yang lebih terintegrasi.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar perubahan yang diharapkan benar-benar terjadi.

Manfaat Pilah Sampah yang Sering Diabaikan

Waste4Change menyebut bahwa memilah sampah sebenarnya merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Pertama, pemilahan membuat sampah plastik lebih mudah didaur ulang karena tidak tercampur dengan sisa makanan atau sampah organik yang membusuk. Kondisi ini membantu menjaga kualitas material sehingga proses pengolahannya menjadi lebih efektif.

Kedua, sampah anorganik yang terpilah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Plastik, kertas, dan logam yang bersih lebih mudah diterima oleh pengepul maupun industri daur ulang.

Ketiga, pemilahan sampah membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPS maupun TPA. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa masuk ke rantai daur ulang. Dengan demikian, hanya sampah residu seperti popok sekali pakai, puntung rokok, atau pembalut yang benar-benar membutuhkan pengelolaan akhir.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading