Bagaimana Keluar dari Lilitan Utang Kartu Kredit?

Fimela Editor diperbarui 17 Sep 2012, 06:59 WIB
2 dari 5 halaman

Next

Kartu kredit saat ini rasanya sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Beberapa keperluan pun nyaris selalu meminta hadirnya kartu yang satu satu ini, misalnya saja untuk booking hotel ataupun membeli keperluan tiket pesawat.

Beberapa tahun silam, kartu kredit hanya dimiliki oleh kalangan masyarakat atas dan cukup sulit untuk mendapatkannya. Namun kini, kartu kredit sepertinya sudah bisa dimiliki oleh berbagai kalangan mengingat cara mendapatkannya pun semakin mudah. Coba perhatikan, setiap masuk ke pusat perbelanjaan, setidaknya pasti ada beberapa booth bank swasta yang menaruh pegawainya untuk menawarkan kartu kredit kepada para pengunjung mall. “Saya kali pertama memunyai kartu kredit pada usia 24 tahun. Waktu pertama kali, saya sama sekali tidak tertarik untuk menggunakan kartu kredit, tapi karena untuk membeli tiket pesawat dan booking hotel terasa lebih mudah jika memiliki kartu kredit maka saya memutuskan untuk apply. Saat apply, permohonan saya ditolak oleh pihak bank. Tapi, beberapa bulan kemudian, justru pihak bank-lah yang menawarkan kartu kredit dan sejak saat itulah saya memiliki kartu kredit pertama,” ujar Bunga (yang tidak ingin disebutkan identitas aslinya), 30, karyawan bank swasta.

What's On Fimela
3 dari 5 halaman

Next

Dan kalau sudah seperti ini, buat mereka si konsumtif akan menjadi senjata makan tuan. Tidak sedikit orang yang justru malah akan terlibat utang kartu kredit dengan jumlah yang tidak sedikit akibat mudahnya tergiur dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan. “Sekarang ini cukup banyak kemudahan dan diskon yang diberikan kartu kredit untuk pembelian barang. Berbagai kartu yang ditawarkan bank, memiliki kemudahan tersendiri. Setelah mendapatkan kartu kredit pertama, tawaran kartu kredit lainnya pun berdatangan dan saya pernah punya hingga 5 kartu kredit. Saya yang awalnya tidak ingin menggunakan kartu kredit pun jadi seolah-olah tidak bisa lepas dari kartu utang ini. Dan akhirnya, dengan 5 buah kartu kredit di tangan, nggak terasa utang saya sudah hampir mendekati angka 3 digit,” ujar Bunga berbagi.

4 dari 5 halaman

Next

Sadar akan jumlah utangnya yang semakin menggunung, Bunga pun cukup tertekan dan mulai mencari cara untuk melunasi hutang di kelima kartu kreditnya. “Saat memutuskan untuk menyelesaikan urusan kartu kredit, saya list kartu kredit dengan utang paling sedikit dan utang paling banyak. Setiap bulannya, saya membayar limit dari masing-masing kartu dan terlebih dahulu menyelesaikan utang di kartu dengan nominal yang paling sedikit. Saya tahu bahwa hanya dengan membayar limit tidak akan mempercepat pelunasan utang saya, tapi setidaknya pihak bank bisa melihat niat baik saya untuk menyelesaikan utang melalui langkah kecil ini,” Bunga menjelaskan.

Bukan berarti kartu kredit harus dihindari dalam dunia keuangan kita. "Sebagai seorang financial planner bukan berarti saya alergi pada kartu kredit. Saya punya kartu kredit dan tetap menggunakan kartu kredit, terutama untuk membeli tiket pesawat dan booking hotel. Namun, dengan catatan, saya sudah punya dana yang disisihkan untuk membayar semua tagihannya kelak. Jangan pernah menggunakan kartu kredit jika kamu tidak bisa menyisihkan dana untuk membayar tagihannya nanti,” ujar Lisa Soemarto, Senior Financial Advisor AFC

5 dari 5 halaman

Next

Bunga mengaku memerlukan waktu hampir 4 tahun untuk menyelesaikan semua urusan kartu kreditnya hingga tuntas dan ia tidak memiliki utang sama sekali. “Kelima kartu kredit akhirnya saya titipkan kepada orang yang paling saya percaya supaya saya tidak bisa lagi menggunakannya. Setiap bulan, saya pun lebih memilih untuk memotong budget “jajan” dan dialokasikan untuk mencicil utang kartu kredit karena saya sadar itu merupakan bagian dari risiko yang sudah saya ambil. Setelah utang saya lunas semua, saya menutup 3 kartu kredit lainnya dan hingga saat ini hanya menggunakan 2 kredit. Dan agar tidak lagi terjatuh ke lubang yang sama, saya hanya menggunakan kartu kredit untu membeli tiket saat hendak bepergian, booking hotel, dan juga membeli barang elekktronik. Tapi, sebelum menggunakan kartu kredit, saya sudah memastikan terlebih dahulu bahwa saya memang punya budget untuk membeli barang-barang tersebut. Sebenarnya kartu kredit hadir untuk mempermudah kita melakukan transaksi, namun jika kita terjebak dalam utang di kemudian hari, itu semata karena kita yang tidak bijaksana dalam menggunakannya,” Bunga memberi saran.

Merasa sudah terbebani dengan utang kartu kredit? Stop pemakaiannya (sementara) dan mulai selesaikan pembayarannya!