Potret Ibukota: Ancol ‘Pulau Sentosa’ Ala Jakarta

Fimela Editor diperbarui 15 Feb 2013, 11:29 WIB
2 dari 5 halaman

Next

Biking, jogging, atau piknik

Untuk merasakan sensasi bermain di Taman Impian Jaya Ancol “baru”, saya pun datang ke sini lebih pagi. Sekitar pukul 8 pagi saya sudah sampai di depan pintu gerbang Ancol. Biaya masuk per orang sebesar Rp15.000,-, jika kamu membawa kendaraan, kamu harus membayar biaya tambahan. Untuk mobil dikenakan Rp20.000,- sedangkan motor Rp15.000,-.

Saat berangkat ke sini, saya pun tidak membayangkan apa yang akan saya lakukan selama seharian. Saya hanya membawa beberapa makanan untuk sarapan. Rencananya saya

hanya piknik kecil-kecilan di tepi dermaga sambil menyantap sarapan. Ternyata, Ancol saat ini sudah berbeda jauh ketika beberapa tahun lalu saya terakhir mengunjungi tempat ini. Tepi pantai sudah cukup tertata rapi. Gajebo-gajebo kecil, warung, kafe, serta restoran sudah lebih rapi tertata. Saya pun langsung mencari spot yang paling asyik di dermaga untuk menggelar bekal-bekal yang saya bawa dari rumah.

Bukan hanya piknik, kamu juga bisa berolahraga dengan leluasa di sini. Bersepeda atau jogging? Bebas kamu pilih. Di seluruh wilayah Ancol tersebar beberapa shelter tempat penyewaan sepeda. Dengan membayar Rp20.000,- kamu bisa puas bersepeda keliling Ancol selama 1 jam. Atau jika ingin murah meriah menikmati Ancol, kamu bisa sekadar jogging keliling Ancol. Tapi, jika kamu ke sini pagi-pagi bersepeda akan lebih menyenangkan. Dan yang pasti, jangan lupa membawa baju ganti jika memang ingin menghabiskan waktu seharian di sini.

What's On Fimela
3 dari 5 halaman

Next

 

Go away with segway

Nah, ini dia satu lagi cara menyenangkan berkeliling Ancol, menggunakan segway. Saya pun dengan antusias segera menyambangi tempat penyewaan segway begitu tahu tentang kendaraan yang satu ini. Belum semua orang familiar dengan alat yang satu ini. Segway merupakan alternatif kendaraan ramah lingkungan yang digerakkan dengan bahan bakar baterai. Segway dijalankan dan diarahkan hanya dengan menggerakkan tubuh kita ke depan, kiri, dan kanan. Tempat pemilihan segway berada tidak jauh dari pintu keluar Dufan. Sebenarnya lokasi penyewaan Segway masih masuk ke dalam komplek baru di Ancol, Ecopark. Namun, akan lebih dekat dan mudah jika menjangkau lokasi ini lewat jalur Dufan.

Untuk bisa menjajal permainan ini, saya harus merogoh kocek cukup dalam. Bayangkan saja, untuk sekitar 15 menit (3 lap arena segway) saya harus mengeluarkan Rp65.000,-. Dan jika ingin lebih lama bermain-main dengan kendaraan roda dua ini, saya harus membayar Rp200.000,- untuk bisa berkeliling Ecopark dan Ancol selama 30 menit. Namun, karena baru kali pertama maka saya hanya menyewa segway hanya untuk 15 menit. Awalnya saya takut jatuh dan gugup, tapi ternyata segway cukup mudah dikendalikan. Kurang dari 5 menit, saya pun sudah mahir menguasai segway dan mencoba balapan dengan teman perjalanan saya di area segway yang cukup kecil.

4 dari 5 halaman

Next

 

Menikmati suasana taman tengah kota di Ecopark

Selesai main segway, sayang rasanya kalau nggak sekalian mampir ke Ecopark. Buat kamu yang kangen banget suasana taman bermain yang asri di Jakarta, Ecopark adalah jawabannya. Ecopark merupakan anggota keluarga paling baru di Ancol. Nah, kalau ingin mengajak si kecil lebih mengenal alam, tempat ini juga cocok untuk si kecil bermain.

Dan ketika saya mampir ke Ecopark, memang pemandangan di sana didominasi oleh keluarga-keluarga kecil. Jalan setapak yang dipayungi pohon teduh di sisi kiri dan kanan jalan, serta jalur sepeda, tersedia di sini. Dan yang pasti, kamu nggak perlu khawatir terganggu kendaraan karena di sini, tidak ada satupun kendaraan bermotor yang masuk. Karena penasaran dengan Ecopark, saya pun memutuskan untuk berkeliling dengan berjalan kaki. Tapi, kalau kamu enggan jalan kaki, kamu bisa menyewa sepeda Rp25.000,-/jam atau menyewa buggy jika bepergian dengan anggota keluarga yang lain. Untuk satu kali jalan, biaya sewa buggy sebesar Rp15.000,-.

Di depan pintu masuk Ecopark juga terdapat fasilitas perahu yang bisa digunakan untuk berkeliling danau buatan di Ecopark. Karena saat itu, antrian cukup banyak maka saya pun membatalkan niat untuk menikmati pemandangan di sekeliling danau. Kegiatan berkeliling danau, lagi-lagi menjadi kegiatan yang paling disukai anak-anak karena anak-anak bisa sambil memberi makan ikan mas yang ada di danau. Selain fasilitas yang ada di Ecopark, kamu juga bisa menjajal Ecofarm dan juga area Paintball yang ada di luar Ecopark. Tenang, lokasinya nggak jauh kok jadi masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Puas berkeliling Ecopark, saya menikmati Fantastique pada malam hari. Jika Pulau Sentosa punya Song of The Sea maka Ancol punya Fantastique. Kalau kamu pernah menyaksikan pertunjukkan Song of The Sea di Pulau Sentosa, Fantastique tidak jauh berbeda dengan pertunjukkan Song of The Sea. Fantastique merupakan perpaduan multimedia, teater, permainan laser, musik, air mancur, dan pertunjukkan jet ski. Pokoknya pertunjukkan di Fantastique nggak mengecewakan, bahkan bisa saya bilang malah lebih keren dari Song of The Sea. Dan yang paling penting, melalui pertunjukkan ini para orangtua bisa mengenalkan kembali cerita rakyat Indonesia pada anak-anak mereka karena Fantastique mengangkat cerita ‘Timun Mas dan Buto Ijo’. Pertunjukkan Fantastique ada setiap hari pada pukul 7 malam dengan harga tiket Rp50.000,- saat weekdays dan Rp60.000,- ketika weekend.

5 dari 5 halaman

Next

 

Dinner at seaside

Capek seharian menjelajahi anggota keluarga baru Taman Impian Jaya Ancol, perut mulai terasa keroncongan dan saya mulai bingung mencari makanan. Bukan bingung karena tidak ada makanan tapi justru bingung memilih karena terlalu banyak tempat makan di Ancol. Segarra, Jimbaran, Suki, Bandar Djakarta, dan restoran lain berjajar dan tersebar di seluruh Ancol.

Karena ingin sesuatu yang hangat maka saya pun memutuskan untuk menyantap suki sebagai hidangan makan malam. Cuma Rp70.000,--an, saya bisa sepuasnya makan suki di Seaside Suki. Yup, harga yang cukup murah untuk porsi all you can eat, Fimelova!

Atau kalau kamu sedang rindu suasana Bali, kamu bisa mencoba Jimbaran. Dan tebak! Usai santap di Seaside Suki, saya pun menuju Jimbaran karena ada seorang teman yang ngidam makan kepiting. Kepiting Telur Saus Padang adalah menu selanjutnya yang kami cicipi. Tapi, jujur saya agak kecewa dengan masakan Kepiting Telur Saus Padang di sini, karena kepiting masih berbau amis dan bagian telur kepiting seperti masih mentah. Beruntung kami terlebih dahulu mengisi perut dengan suki.

Semakin hari, suasana di Ancol semakin ramai, terlebih saya mengunjungi Ancol saat malam minggu. Berhubung masih ada 1 hari libur, usai santap malam, kami pun tidak terus pulang dan memilih untuk bermalam di Putri Duyung Ancol. Seharian lelah beraktivitas berkeliling Ancol kemudian ditutup dengan berkumpul bersama dengan teman-teman menjadi hari yang menyenangkan untuk saya. So, nggak perlu takut bosan lagi buat pergi ke Ancol  karena kini banyak “anggota keluarga baru” yang wajib dijajal. Then, selamat berakhir pekan!