Tax Refund: Untungnya Belanja Branded Items di Luar Negeri

Fimela Editor diperbarui 23 Apr 2013, 09:00 WIB
2 dari 5 halaman

Next

Buat kamu yang hobi mengoleksi branded items, pasti sadar kan bahwa suatu saat barang-barang koleksimu bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Nah, untuk para branded fashion items hunter, belanja barang di luar negeri menjadi pilihan yang paling diminati dibandingkan dengan belanja di dalam negeri. Yup, tax refund menjadi iming-iming yang diharapkan dari para pemburu branded items. Nggak jarang, saat ingin bepergian ke luar negeri, mereka pun mengabarkan kepada kerabat dengan harapan ada yang menitip dibelikan branded items. Dengan demikian, "upah" dari tax refund pun akan mereka dapatkan.

Inilah yang biasa dilakukan oleh Cynthia, Manager Marketing. Kecintaannya pada branded fashion items pun membuat perempuan berusia 28 tahun ini menjadikan momen pergi ke luar negeri sebagai ajang berburu barang-barang bermerk dengan harga miring. "Menurut pengalaman saya pribadi, beli branded fashion items di luar negeri memang cukup menguntungkan. Selain harganya lebih murah, kita juga bisa dapat tambahan lebih dari tax refund. Biasanya saya belanja kalau nggak di Singapura ya di Eropa. Dan tax refund yang paling besar menurut saya di Eropa, bisa sampai 17%, pasti bakal sangat menguntungkan kalau memang mau jualan. Pernah saya membelikan beberapa barang titipan kerabat, untung yang saya dapat hanya dari tax refund saja sudah bisa mengembalikan uang tiket pesawat saya ke Eropa," ujar Cynthia pada FIMELA.com.

What's On Fimela
3 dari 5 halaman

Next

Ini pulalah yang dilakukan oleh Stella, pemilik online store yang menjual barang branded berawal dari hobi hunting-nya. Stella mengaku bahwa bisnis yang sekarang dijalankannya tercetus dari hobi belanjanya. “Awalnya sih murni cuma karena hobi. Memang dari dulu saya sangat suka belanja pernak-pernik aksesori fashion, terutama barang-barang yang susah didapat. Bermula dari iseng foto koleksi pribadi, ternyata ada yang berminat. Bahkan, waktu itu mereka malah memberi penawaran tinggi melebihi harga belinya karena memang barangnya sudah nggak ada lagi di mana-mana,” ujar Stella saat dihubungi FIMELA.com.

Kini, hobi belanjanya pun berbuah menjadi bisnis jual beli branded items. Stella mengaku bahwa tax refund memang menjadi faktor yang memberikan keuntungan tersendiri buatnya. “Iyalah, kalau nggak ada tax refund ya sama saja bohong,” tutur Stella bercanda. Untuk berburu berbagai braded items, Stella tidak terpaku pada satu negara tertentu. “Untuk mencari barang-barang yang sama mau beda-beda sih tempatnya, nggak tentu. Saya pribadi lebih suka berburu sampai bisa menemukan barang yang saya mau, entah di Singapura, Dubai, Hongkong, Jepang, Eropa atau mungkin Amerika. Tapi, dari semua negara, saya nggak pernah mencari barang di Australia karena harga mereka untuk branded items termasuk tinggi,” pemilik usaha Bella Belle ini bercerita.

4 dari 5 halaman

Next

Memasok branded items dari luar ke dalam negeri tentu ada tantangan tersendiri. Mengingat ada kebijakan bea cukai yang hanya memperbolehkan satu keluarga memasukkan barang baru seharga USD1.000. “Buat saya, batasan belanja USD1.000 itu bukan masalah karena memang saya nggak terlalu belanja berlebihan dan nggak semua barang yang dicari dengan harga di atas USD1.000, ada juga yang minta dicarikan custome jewelry, shoes, dompet, baju, dan aksesori laki-laki, nggak selalu hand bag. Yang menjadi kendala terbesar bagi saya justru kalau sampai barangnya ada cacat,” Stella bercerita.

5 dari 5 halaman

Next

Bisnis branded items sepertinya menjadi salah satu prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satu online store yang menjual branded items dan saat ini bisa membuka sebuah toko di tempat strategis adalah Banananina. Untuk para pemburu branded items dengan harga miring, Banananina pastinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga mereka.

Walaupun memiliki proepek bisnis cerah, Stella masih menganggap kegiatan yang ia jalani saat ini hanya sebagai hobi. “Saya lebih menganggap kegiatan fashion buyer ini sebagai hobi yang ditekuni, aktualisasi diri untuk mengasah kepribadian, karena di sini kita belajar tentang how to deal with thousands characters every single day, bagaimana itu semua berpengaruh pada mood kita. selain itu juga kita harus benar-benar bisa membagi waktu antara customers yang maunya buru-buru di saat kita harus pergi ke luar negeri. Dan di samping itu semua, kita juga nggak bisa mengesampingkan keluarga dan teman-teman kita,” ujar pemilik online store yang berlokasi di sunter.