4 Kesalahan Makan yang Buat Tubuh Rentan Gemuk!

Fimela Editor diperbarui 20 Mei 2013, 05:29 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Food VS Mood

Psst, yuk jujur sama diri sendiri, kapan terakhir kali kamu minum atau mengonsumsi makanan dengan tujuan untuk memperbaiki mood? Sebagai perempuan yang mayoritas didominasi oleh ‘mood, rasanya hampir setiap perempuan menjadikan makanan sebagai senjata ampuh untuk membasmi bad mood. Padahal, makanan sama sekali nggak ada kaitannya dengan mood, Fimelova!

Dan justru inilah yang membuat tubuhmu, tanpa disadari akan melebar ke samping secara pasti. Alih-alih, berburu makanan yang menurut kita bisa memperbaiki kondisi mood, lebih baik curahkan pikiran dan isi hatimu ke orang terdekat, serta secara perlahan cari akar permasalah yang menimbulkan efek ‘bad mood’. Ingat, makanan sama sekali nggak ada hubungannya sama mood, Fimelova!

What's On Fimela
3 dari 4 halaman

Next

Emotional eating

Nah, ini adalah penyakit dan masalah untuk semua orang, termasuk saya. Apa yang dimaksud dengan emotional? Emotional eating merupakan sinyal “lapar” yang timbul bukan karena tubuh memerlukan makanan namun lebih kepada kondisi perasaan yang membuat kamu seolah-olah lapar.

Siapa sih yang nggak meneteskan air liur saat mencium dan melihat tampilan makanan yang menarik? Itu wajar, namun tentu kita harus menyiasati keinginan makanan yang timbul tiba-tiba. Inilah yang disebut dengan emotional eating. Inilah yang sering umum terjadi pada kita. yang perlu diingat adalah belum tentu sinyal lapar yang tiba-tiba kita rasakan adalah rasa lapar yang dikirim tubuh ke otak karena tubuh memerlukan makanan. Kamu perlu me-recheck rasa lapar yang tiba-tiba timbul dan coba redam dengan minum air putih secara perlahan.

Perayaan = makanan

Ulang tahun, makan-makan; pacaran, makan-makan; naik jabatan, makan-makan; dapat kerja, makan-makan; coba sebut bentuk perayaan apa lagi yang tidak menghadirkan makanan? Hampir setiap perayaan dan rasa bahagia kita identikkan dengan ‘makanan’. Kebiasaan ini juga yang tanpa kita sadari menjadi musuh dalam selimut yang bom waktu yang akan meledakkan tubuh kita.

Padahal rasa bahagia nggak melulu harus selalu dikaitkan dengan makanan kan? Perayaan dan makanan merupakan salah satu pemahaman salah yang sudah diserap oleh masyarakat sejak kecil.

4 dari 4 halaman

Next

Self Reward, bablas makan?

Bagian ini juga menjadi alasan pembenaran untuk bisa makanan seenaknya. Bukan tidak boleh kamu memberikan hadiah kepada diri sendiri dalam bentuk makanan, tapi apa kamu yakin saat mengonsumsi makanan yang kamu inginkan tubuh kamu memang sedang dalam kondisi lapar dan butuh energi? Yang biasanya terjadi adalah tidak peduli lapar atau tidak, kamu pasti akan langsung melahap dengan cepat sampai habis.

Ini juga salah satu alasan “pembenaran” yang bisa membuat tubuhmu secara pasti akan terus melebar. Jika ingin memberikan penghargaan untuk diri sendiri atas kerja keras yang telah dilakukan, kamu bisa mencari alternatif hadiah lain yang bisa lebih membuat sehat dan cantik dirimu.