Perempuan Ini Kaya Raya Berkat Pakaian Dalam

Fimela Editor diperbarui 23 Agu 2013, 09:00 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Lulus dari Florida State University, Sara bekerja sebagai penjual mesin faks. Pekerjaannya yang berkeliling dari satu rumah ke rumah lain menuntutnya tampil rapi dan sopan, tapi karena tak menemukan stocking yang terbuka di ujung kaki, dia pun menggunting bagian ujungnya. Namun, cara itu malah membuat bagian yang digunting tergulung ke atas dan cukup mengganggu penampilannya.

Sara kemudian hijrah ke Atlanta, lalu menggunakan seluruh tabungannya sebesar USD 5.000 untuk modal memulai bisnis stocking. Fashion item ini penting untuk perempuan, tapi belum ada yang memperhatikannya dengan detail, sehingga dia mencium peluang bisnis yang begitu menjanjikan di sana.  “Stocking membuatku kelihatan lebih langsing. Aku pikir, stocking memang harus ada untuk semua perempuan,” ungkapnya.

Saat memulai bisnis, Sara berumur 29 tahun. Dia memperoleh ilmu pemasaran dari buku-bukuyang dibaca, kemudian dia begitu gencar mencari penjahit lokal, dan juga nekat merancang sendiri logo perusahaan menggunakan komputer pinjaman milik temannya. Dia pun sangat sigap mendaftarkan Spanx sebagai merek dagang miliknya. Tepatnya, tahun 2000 rumahnya sendiri dipilih sebagai tempat meluncurkan brand Spanx.

Setelah menjadi bintang tamu The Oprah Winfrey Show, Spanx makin berkembang dan dikenal luas. Namun, bukan berarti Sara bersantai. Strateginya mengenalkan produk ke berbagai lapisan masyarakat lewat toko-toko ritel kecil sampai mengikuti acara reality show “Rebel Billionaire” di stasiun TV Fox dilakoninya dengan senang. Berkat ketekunannya, Sara sukses menembus toko ritel premium Bergdorf Goodman di jantung Manhattan, New York. Dan hasilnya, bayangkan, Spanx tak cuma berjaya di Atlanta, tapi juga dunia!

Bermula dari stocking, Spanx melebarkan sayap dengan memproduksi korset dan bermacam pakaian dalam perempuan, kemudian 3 tahun lalu Spanx juga mulai mengeluarkan baju renang dan pakaian dalam laki-laki. Stocking Spanx sendiri kini menjadi langganan para seleb, mulai dari Beyonce sampai Kim Kardashian. Jika melihat ke belakang, proses penciptaan desain stocking yang nyaman sekaligus berkelas seperti sekarang tak mudah. Sara sampai membuat ratusan contoh.

Selain stocking, korset juga menjadi produk Spanx yang paling diminati. Keunggulannya yang mampu membuat perut buncit tampak rata menarik perhatian banyak perempuan. Kini, wajar kalau kemudian Sara mampu menghasilkan pundi-pundi uang hingga mencapai 9 triliun Rupiah dari bisnis pakaian dalamnya!

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

Sukses sekarang dilalui Sara dengan perjuangan selama belasan tahun. Keputusannya menjadi pengusaha pun tak selalu menyenangkan seperti yang orang kira. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, tapi ketika yakin dengan pilihan itu sejak awal, bagi Sara cobaan justru menjadi alat untuk belajar lebih cerdas lagi mengelola bisnis. “Tiap hari kita harus belajar bagaimana mengatasi cobaan tersebut,” katanya. Keberhasilan menaklukkan tantangan menjadi kepuasan tersendiri, apalagi Sara meraih sukses atas usaha sendiri, bukan dari warisan orangtua maupun bantuan orang lain.

Setelah sukses, Sara ternyata juga tak lantas lupa diri. Dengan rendah hati, Sara masih rutin mengunjungi gerai sekadar untuk menyapa penjaga toko dan beramah tamah dengan para pelanggannya. “Aku selalu senang melihat antusiasme para konsumen,” akunya tulus. Sara bahkan mengaku masih suka takjub melihat pencapaiannya itu.

Tak cukup sampai di situ, baru-baru ini Forbes mengungkapkan kalau Sara menjadi perempuan pertama yang menandatangani Giving Pledge, komitmen para konglomerat dunia mengalihkan kekayaannya untuk aksi sosial, di antaranya sebagai bantuan pendidikan, dana kesehatan, riset medis, layanan sosial, dan aksi ramah lingkungan. Artinya, minimal setengah dari kekayaan Sara akan didonasikan untuk para perempuan yang tak seberuntung dirinya. “Aku ingin berbagi dengan lebih banyak perempuan yang kehidupannya kurang layak,” jelas Sara. Sara bahkan mendirikan Sara Blakely Foundation yang sudah menyumbangkan sekitar 214 miliar Rupiah untuk amal.

Ketekunan, kerja keras, dan optimisme Sara memang patut menjadi inspirasi. Namun, bagaimana dia masih melihat ke bawah, ke tempat di mana orang-orang yang tak seberuntung dirinya berada, saat dirinya sudah berada di puncak kesuksesan, adalah pelajaran lain yang tak kalah berharga. Sara tak cuma sukses dalam hal materi, dia juga menjadi refleksi perempuan berhati tulus. Tulus mengerjakan bisnis sesuai passion, juga tulus di ranah sosial. Everybody can be great because anybody can serve. All you need is a heart full of grace. A soul generated by love. Dengan begitu, kebahagiaan sejati ada di tangan.