Kate Middleton : Transformasi Seorang Korban Bully Menjadi Figur Putri

Fimela Editor diperbarui 07 Nov 2013, 18:37 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Pernah Kena Bully

Bisa dibilang, Kate Middleton, bukanlah keturunan darah biru di Inggris. Orang tua Kate, Michael dan Carole Middleton sukses mengubah garis perekonomian mereka ke strata lebih tinggi berkat bisnis pengiriman barang. Keluarga Middleton pun surprisingly menjadi jutawan. Setelah itu, Kate dan adiknya Pippa Middleton mulai disekolahkan di boarding school ternama, termasuk St. Andrew’s Prep School, Down House, dan Marlborough College.

Pengalaman mengikuti boarding school jadi salah satu masa tersulit bagi Kate yang ternyata pernah mengalami bullying. Ia bahkan memutuskan untuk keluar dari Down House karena tak tahan. Cerita serupa terjadi saat ia bersekolah di Marlborough College. Beberapa teman lelaki  memberikan nilai 2 dari 10 untuk penampilan Kate. Meski begitu, untungnya ia sanggup bertahan dan lulus dengan hasil yang membanggakan.

Hidup Kate mulai berubah manakala ia memutuskan bersekolah di University of St. Andrews, Scotland. Di tahun pertamanya, ia ditempatkan di satu gedung yang sama dengan Prince William. Di sinilah awal keduanya bertemu dan berteman baik. Mereka mengikuti kelas yang sama, sarapan bersama, dan sering didapati jalan berduaan. Tapi, anehnya percikkan asmara tidak muncul di antara mereka. Kate malah jatuh cinta terhadap kakak seniornya yang bernama Rupert Finch yang kemudian lulus terlebih dahulu. Hal tersebut membuat hubungan mereka tidak berjalan mulus. Keduanya berpisah di tahun 2000.

 

What's On Fimela
3 dari 4 halaman

Next

 

Jatuh Cinta dan Menikah

Dua tahun kemudian, Kate muncul di sebuah panggung fashion show untuk menjaring dana sosial. William yang saat itu hadir, mulai merasakan perasaan berbeda terhadap sahabatnya ini. Mereka mulai jatuh cinta dan berkencan. Semua proses terjadi secara alami dan mengalir dengan sendirinya.

Mengantisipasi sorotan media, hubungan mereka sepakat ditutupi. Semua rahasia tersimpan rapi sampai pada akhirnya Kate tertangkap basah oleh paparazzi ikut berlibur bersama keluarga kerajaan. Benar saja, di tahun 2004 hubungan keduanya langsung menjadi sasaran empuk media Inggris dan belahan dunia lainnya. Kerajaan Inggris sampai-sampai menurunkan pengamanan selama 24 jam untuk menjaga keselamatan pacar William kala itu.

Tak berapa lama, kabar miring tentang hubungan mereka muncul. Keduanya diberitakan putus karena tekanan dari keluarga kerajaan, termasuk Queen Elizabeth II. William disinyalir memutuskan Kate lewat telepon. Tapi, kenyataannya berbanding terbalik. Kate malah lebih sering terlihat hadir di beberapa acara kerajaan. Keduanya lantas dikabarkan sudah tinggal bersama. Walaupun begitu, pasangan ini tidak membenarkan apapun.

Tanggal 16 November 2010, William akhirnya mengumumkan pertunangannya dengan Kate. Prosesi lamaran ternyata dilakukan William saat keduanya berlibur ke Kenya. Romantisnya, William melamar dengan cincin pertunangan mendiang sang ibu, Diana. Keduanya kemudian menikah pada 29 Aril 2011 di Westminster Abbey, London. Di hari pernikahannya, Kate Middleton terlihat cantik menggunakan gaun rancangan dari Sarah Burton.

 

4 dari 4 halaman

Next

 

Menikmati Peran Baru

Penantian raja dan ratu masa depan Inggris ini akan seorang anak ternyata terjawab saat pernikahan mereka memasuki tahun kedua. Berita kehamilan Kate untuk pertama kali diumumkan secara resmi pada 3 Desember 2012 silam oleh kerajaan Inggris. Di tiga sampai enam bulan kehamilan, berat badannya memang tidak banyak berubah. Tapi menurut kami, ia pintar menyembunyikan kehamilannya dengan memakai dress dari perancang favoritnya seperti Burberry, Wickstead, Alexander McQueen, sampai Armani.

Di tanggal 22 Juli 2013, putra mahkota kerajaan Inggris masa depan, Prince George, akhirnya lahir di St Mary’s Hospital London dengan berat 3,08 kilogram. Kerajaan Inggris pun melakukan prosesi pembaptisan Pangeran George di bulan Oktober.

Di bulan yang sama, hampir sulit dipercaya Kate Middleton muncul dengan tubuh langsing dan tanpa lemak di perut. Padahal kalau dipikir-pikir, The Dutchess of Cambridge ini baru saja melahirkan. Dalam acara di Olympic Park – London itu, Kate tampil sederhana dan cantik memakai jeans ketat biru, kaos bergaris, outer hitam serta wedges biru. Dengan wajah ceria ia bermain bola voli di depan para tamu undangan. Sesekali perut ratanya terlihat. Beberapa paparazzi mengabadikan momen itu. Tanpa hitungan hari, perut ratanya gencar jadi pemberitaan.

Salah seorang teman kuliah Kate, Emma Sayle, bilang kalau selama hamil perempuan yang pernah kuliah di University of St Andrews ini hanya naik sekitar 13 kilogram. Saat, masa kehamilannya, ia sangat menjaga asupan makanan dan berolahraga seperti renang atau pilates.  

Well, tetap saja menurunkan 10 kilogram dalam waktu tiga bulan tidak mudah, bukan?

Ternyata, peran baru sebagai seorang ibu cukup membuat bobot badannya turun. “Seperti ibu lainnya, Kate menjalani proses menyusui. Berat badannya begitu saja turun,” ungkap seorang  sumber terdekat. Selanjutnya, Kate juga gencar melakukan olahraga. “Ia tetap menjaga berat badannya dengan lari, yoga, dan berolahraga di gym. Itu membantu dia mendapatkan tubuh langsing secara cepat,” ungkap si narasumber kembali. Soal pergi ke gym, Kate memang tak harus keluar rumah karena konon kabarnya di Istana Kensington ada private gym yang bisa ia datangi setiap saat.

Satu lagi Fimelova, dari mulut seorang royal expert, Kate Nicholl, ternyata terungkap kalau Carole Middleton (Ibu Kate) sangat membantu putrinya menjalani diet sehat sesudah melahirkan. Ia  membuatkan kudapan bernutrisi tinggi dari muesli (sereal terkenal dari Swiss) dan fruit smoothies.

For us, she’s the perfect queen of England in the future. What do you think, Fimelova?