Jalani Bulan Madu Kedua, Perlu atau tidak?

Fimela Editor diperbarui 31 Agu 2015, 12:00 WIB

Jakarta Masih ingat momen honeymoon yang kamu rayakan bersama pasangan, Fimelova? Momen di mana kamu dan Si Dia membuka diri satu sama lain seutuhnya di waktu yang tepat dan suasana yang tepat tanpa gangguan pekerjaan maupun orang lain. Di saat momen berdua dan intim inilah perasaan bahagia dan cinta semakin berlipat ganda. Semua perasaan berbunga-bunga yang kamu rasakan saat honeymoon tadi ternyata dinamakan honeymoon effect.

Sayangnya menurut penelitian, perasaan berbunga-bunga tadi akan memudar saat memasuki dua setengah tahun masa pernikahan. Penelitian tadi dilakukan oleh Dr. Michael Lorber dari New York University terhadap 399 pasangan selama dua setengah tahun masa pernikahan mereka.

Di tahun terakhir, penelitian tadi mengungkapkan 14% lelaki pernah merasakan fase honeymoon effect. Bukan hanya itu, setelah 30 bulan para pria merasa tidak lagi bahagia dengan pernikahan mereka. Bagaimana dengan perempuan? Ternyata 10% perempuan dalam penelitian tadi merasakan tidak bahagia setelah honeymoon effect berlalu.

Menurut seorang relation expert, Carin Goldstein, perempuan justru kebanyakan menolak melakukan second honeymoon karena takut meninggalkan anak-anak atau takut tidak bisa menikmati waktu berdua bersama pasangan saat seperti awal berpacaran. Tapi Goldstein mengatakan, �Terkadang kamu dan pasangan membutuhkan saat spesial untuk fokus kembali mengenal satu sama lain lebih dalam sebagai pasangan,� tuturnya

.

Berani meninggalkan anak-anak dan melakukan second honeymoon memang bukan perkara mudah untuk dilakukan. Tapi, salah satu selebriti yang muncul dalam acara IWOW Fimela Fest 2014 kemarin, Wulan Guritno, mengaku wajib melakukan second honeymoon lima tahun sekali tanpa anak-anak. �Mungkin banyak hal atau cerita yang aku lewatkan karena kami terbilang sama-sama sibuk tapi saat second honeymoon kami berdua menceritakan semua hal yang kami alami secara detail. Di situlah saat aku dan pasangan bisa kembali re-connect as a couple. Kami mengenal satu sama lain kembali dengan lebih dalam,� ungkapnya.

Hm, bagaimana dengan kehidupan pernikahanmu, Fimelova? Apakah honeymoon effect masih kamu dan pasangan rasakan? Bila tidak, mungkin pendapat Carin Goldstein dan Wulan Guritno di atas merupakan wake up call buat memunculkan kembali romansa hangat seperti di awal pernikahan. Bagaimana menurutmu, apakah second honeymoon diperlukan dalam sebuah pernikahan?

What's On Fimela