Pengalaman Perdana Mencoba Pelurusan Rambut Yang Kaya Akan Keratin

Fimela Editor diperbarui 09 Des 2014, 15:00 WIB

Jakarta Urusan rambut saya memang agak sentimentil. Permasalahannya semasa di bangku sekolah dulu, saya pernah mengalami salah potong rambut—bob sekuping dan poni persis di atas alis. Alhasil, seluruh keluarga dan teman menjuluki saya Chau Mooi –pemain perempuan dalam film Boboho—selama berbulan-bulan sampai kemudian panjang kembali berkat shampoo metal (shampoo yang konon berkhasiat memanjangkan rambut lebih cepat dan sangat terkenal di tahun 90-an itu).

Kejadian lainnya saya alami saat ingin membuat rambut tumbuh lebih tebal. Saat itu saya lebih percaya akan produk alami yaitu santan kelapa. Berbulan-bulan saya pakai, rambut baru pun banyak tumbuh namun tak lagi lurus (seperti rambut saya sebelumnya) melainkan ikal. Permanen ikal. Belum lagi pengalaman mewarnai rambut yang membuat rambut saya justru terlihat kusam. Wah, lumayan banyak eksperimen saya lakukan terhadap rambut dahulu. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya, Fimelova?

Dari pengalaman kurang menyenangkan tadi, saya jadi lebih berhati-hati dalam urusan rambut –baik memilih potongan maupun perawatan rambut. Tapi, satu treatment rambut yang sebenarnya ingin saya coba dari dahulu yaitu smoothing alias pelurusan rambut. Sebenarnya, sudah cukup lama saya tergoda melakukannya namun pengalaman beberapa teman sekitar mengurungkan niat saya. Mereka mengeluh kalau smoothing membuat rambut mereka jadi rusak –kering, mudah patah sampai pecah-pecah—dan bahkan terlihat kaku. Oh, it’s a big no!

Sampai pada akhirnya saya benar-benar tergoda mencoba melakukan pelurusan rambut atau smoothing. Kebetulan, FIMELA.com diundang oleh Matrix untuk mencoba produk keluaran terbaru mereka, Opti Smooth Pro Keratin. All I know, keratin adalah protein yang terdapat di rambut. Sisanya saya hanya percaya insting kalau produk ini memang aman untuk rambut saya.

On a big day, saya pun mendatangi L’oreal Academie di bilangan Kuningan. Berhubung proses pelurusan memakan waktu 3-4 jam, hiburan seperti buku, musik atau smartphone sangat diperlukan di sini.

Sebelum pengaplikasian Opti Smooth Pro Keratin, rambut saya dianalisa dahulu—mengenai kebiasaan mencuci rambut hingga perawatan apa saja yang pernah saya lakukan—oleh Sang Hairstylist. Setelah dilihat dan dianalisa, rambut saya termasuk dalam jenis fine hair dan (jarang) melalui proses kimia. Opti Smooth Pro Keratin normal adalah produk yang cocok digunakan. FYI, ada tiga produk yang dikeluarkan, yaitu Pro Keratin Resistant (untuk jenis rambut tebal, kasar dan sulit diatur, Pro Keratin Normal (untuk jenis rambut yang belum atau jarang melalui proses kimia) dan  Pro Keratin Sensitized (untuk jenis rambut rapuh dan sensitif karena melalui berbagai proses kimia).

Setelah analisa selesai, barulah rambut saya dicuci bersih dan dikeringkan dengan handuk. Step pertama pun langung dilakukan, dalam keadaan lembab rambut dioleskan Pro Keratin—ditunggu selama 5 menit agar menyerap. Selanjutnya, rambut saya diberikan crème Opti Smooth Pro Keratin dan didiamkan hingga 15-20 menit. Usai menunggu, rambut lalu diluruskan menggunakan tangan dan didiamkan lagi selama 10 menit. Oh iya, berbeda dengan Pro Keratin, crème Opti Smooth Pro Keratin agak sedikit menyengat baunya.

Setelah step pertama selesai, masuk ke tahap step kedua yaitu penetralan obat pelurusan rambut. Kali ini, rambut saya dicuci (tanpa shampoo) hingga bersih, diberikan Pro Keratin kembali, dikeringkan lalu dicatok. Setelah itu, rambut diberikan crème netralisir yang membuat kepala agak mendingin (setelah proses pencatokan) dan didiamkan selama 10 menit. Sudah selesai? Oh tentu belum, selanjutnya rambut saya dicuci, dikeringkan dan dicatok kembali. And…voila rambut ikal saya berubah jadi lurus!  Rrambut pun terasa lebih lembut di tangan dan lebih cerah dilihat. Those facts quite amaze me!

Patricia Lauretta sebagai National Education Manager PT. L’Oreal Indonesia menjelaskan kalau teknologi Pro Keratin yang dimiliki Opti Smooth diciptakan untuk berfokus pada era rambut yang rusak dan mengisinya dengan kandungan tiga jenis asam amino yaitu serine, glutamic acid dan arginine untuk memberi nustrisi ekstra sehingga rambut lebih kuat dan terlindungi selama proses pelurusan. Oh, that’s why I feel my hair smoothier!

Setelah proses smoothing saya tidah diperbolehkan keramas selama 48 jam. Agar hasil pelurusan maksimal, saya diminta untuk menggunakan conditioner dan perawatan rambut seperti hair mask atau hair spa seminggu sekali.

Anyway, saya merasa puas dengan pengalaman pertama saya melakukan smoothing and thankfully I picked the right product! But…somehow, I miss my old wavy hair.