Pussy Riot, Band Punk yang Bikin Geger Final Piala Dunia 2018

Nizar Zulmi diperbarui 16 Jul 2018, 15:08 WIB

Fimela.com, Jakarta Laga final Piala Dunia 2018 diwarnai insiden yang bikin geleng kepala . Dalam pertandingan antara Kroasia melawan Prancis tersebut dibuat kacau oleh para penyusup lapangan yang mengatasnamakan diri Pussy Riot.

Minggu (15/7) malam jutaan pasang mata menjadi saksi dinobatkannya Prancis jadi juara di Luzhniki Stadium. Namun mereka juga jadi saksi ketika pihak keamanan kecolongan oleh aksi para penyusup.

Penyusup ganggu laga final Piala Dunia 2018 (AP/Thanassis Stavrakis)

Terdapat 3 wanita dan 1 lelaki yang menyeruak masuk ke lapangan, menghampiri pemain dan berlarian. Pihak keamanan langsung bergegas mengamankan mereka dalam hitungan menit. 

Tentunya ini menjadi peristiwa besar yang mengundang rasa penasaran publik. Siapa itu Pussy Riot, kelompok yang mengaku sebagai dalang atas interupsi menghebohkan di Piala Dunia 2018 tersebut?

2 dari 2 halaman

Siapa Itu Pussy Riot?

Pussy Riot (popsugar.com)

Isu politik memang sempat beberapa kali disangkutpautkan dengan dunia sepakbola, terutama yang berskala internasional. Kejadian semalam pun jadi salah satu bentuk protes.

Pussy Riot sendiri selama ini dikenal sebagai band punk sekaligus aktivis. Mereka kerap menyuarakan aspirasi dengan lagu-lagunya yang keras dan sarat kritikan.

Band Pussy Riot. (Facebook @wearepussyriot)

Musik menjadi salah satu campaign mereka untuk menyuarakan aspirasi. Mereka getol membahas mengenai isu-isu seperti politik, femnisme, social, LGBT dan sebagainya.

Sementara itu dari sisi musik karya mereka juga tak pandang bulu. Lagu-lagu dengan judul dan lirik kontroversial jadi senjata mereka, sebut saja lagu Kill The Sexist, Mother of God, Putin Put! atau Rebel Rebel yang tak kalah garang.

Melalui video mereka menjelaskan aksi mereka di Piala Dunia 2018. Menurut Pussy Riot, itu merupakan protes terhadap kesewenang-wenangan yang dilakukan polisi di Rusia yang bisa melanggar privasi dan hak warga sipil.