Isu facial dapat menularkan virus HIV, ini penjelasan ahli

Karla Farhana diperbarui 25 Sep 2018, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Facial treatment sudah lama diminati banyak perempuan untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah. Selain perawatan, facial juga termasuk perawatan kulit wajah yang mengalami jerawat. 

Beberapa waktu lalu, muncul isu yang membuat sebagian perempuan yang rajin melakukan perawatan ini menjadi khawatir bahkan takut untuk melanjutkan perawatan. Pasalnya, isu tersebut menyatakan kalau facial bisa menyebarkan virus HIV. Namun, menurut Dr. Gaby Syerly dari Youth & Beauty Clinic di Jakarta Selatan, jangan salah menyikapi isu facial ini. 

Pasalnya, menurut Gaby memang ada kemungkinan penularan virus HIV pada saat proses facial tersebut melalui darah. Namun, hal ini bisa terjadi jika klinik atau salon tidk menjaga sterilisasi peratalannya. 

" Penulatan virus HIV melalui darah itu betul, mungkin saja apabila klinik / salon tidak menjaga sterilisasi peralatannya atau tidak menggunakan jarum baru, itu memungkinkan dapat menjadi salah satu penyebab penularan virus HIV," jelasnya pada saat dihubungi Fimela.com pada Selasa (25/9/2018). 

Meskipun begitu, Gaby melanjutkan, bukan berarti semua facial bisa menularkan virus tersebut. Penularan bisa saja terjadi, meski kemungkinannya sangat kecil, ketika peralatan yang sudah dipakai orang lain tidak dijaga sterilitasnya dengan baik. 

"(Misalnya) kebetulan pasien A tnyata HIV+, lalu (menjalani treatmentfacial dan memakai alat ekstraksi atau jarum suntik untuk mengeluarkan jerawat dan bersentuhan dengan darah pasien A HIV+ tersebut. Lalu alat tersebut dipakai kembali untuk pasien B dan terjadi perlukaan mungkin saat facial pencet komedo atau jerawatnya," jelas Gaby. 

Gaby juga menegaskan, penularan virus HIV ini melalui darah. Selama alat yang digunakan terjaga sterilitasnya, maka kecil kemungkinan risikonya virus tersebut menyebar atau pindah kepada orang lain. Lantas, bagaimana memilih klinik atau salon yang aman dan nyaman?

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tips mencari klinik dan salon yang aman dan nyaman.

Ilustrasi facial | unsplash.com

Jika khawatir akan isu ini, sebaiknya sahabat Fimela memilih klinik atau salon kecantikan yang aman dan menjalani prosedur sterilisasi dengan baik dan taat. Atau, juga bisa memilih salon atau klinik yang tidak menggunakan jarum untuk mengangkat komedo dan melakukan prosedur facial. 

Pemilik klinik Esthetic Rosereve, Sherly W Sari mengatakan, pada saat pembersihan komedo kliniknya menggunakan alat khusus yang disebut pusher dari Jepang. Tanpa menggunakan jarum, alat ini akanmembersihkan komedo membandel tanpa meninggalkan bekas merah-merah pada kulit. 

"Pembersihannya tidak ditusuk-tusuk seperti menggunakan jarum ke dalam kulit. Maka dari itu pembersihan komedo di tempat kita tidak sakit dan aman sekali," katanya menjelaskan kepada Fimela.com.