Duo musisi jazz cilik galang donasi untuk Palu

Anisha Saktian Putri diperbarui 09 Okt 2018, 07:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Palu, Donggala dan sekitarnya bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa. Melainkan dou duo musisi jazz cilik, Eugene De Moby Montaro (Moby) dan Eugenea De Sade Basia (Sade) tergerak mengajak masyarakat untuk meringkan beban korban gempa tersebut.

Mereka pun punya cara unik dalam menggalang sana, yaitu dengan mempersembahkan musik jazz 80’s yang dikemas secara kasual bergaya akustik masa kini, konser yang digelar di ruang terbuka bioskop CGV Pacific Place.

Penonton yang ingin memberikan donasinya untuk para korban gempa Palu bisa langsung menaruh donasi mereka di keranjang yang disediakan selama konser berlangsung.

Pada konser yang bertajuk “Busking for Palu & Donggala” yang berlangsung di CGV Pacific Place hari ini (6/10), Moby-Sade mengajak penonton bernostalgia dengan berbagai lagu-lagu jadul abadi seperti Fly Me to The Moon, Girl from Ipanema, Destination Moon, New York, True, hingga Kopral Jono. Moby bermain gitar sementara Sade bermain contrabass. Selama dua jam Moby-Sade akan menggelar konser amalnya.

Kegiatan ‘mengamen’ untuk beramal ini dilakukan duo Moby-Sade pertama kalinya pada Juli 2018. Saat itu Moby dan Sade tergerak hatinya untuk menggalang sumbangan bagi anak-anak yang hidup dengan kanker. Mereka pun memutuskan untuk menggunakan bakatnya dalam bermusik untuk mendapatkan donasi. Sejak saat itu, Moby-Sade beberapa kali mengamen di berbagai event dan lokasi, seperti Indonesia Student and Youth Forum 1 Dekade 2018, Teater Perpustakaan Nasional, hingga CFD Thamrin.

Kali ini, giliran bencana di Palu dan Sulawesi Tengah yang menggerakan Moby-Sade untuk kembali ‘ngamen’. Upaya duo kakak-adik ini mendapat dukungan manajemen CGV yang memberikan ruang bagi mereka di CGV Pacific Place pada hari ini dan CGV AEON Garden City Jakarta pada 13 Oktober 2018 mendatang. Konser dilaksanakan pada pukul 17.00-19.00 WIB dan seluruh sumbangan yang masuk, akan disalurkan melalui organisasi nirlaba, Wahana Visi Indonesia.

 

2 dari 2 halaman

Menjadi sukarelawan untuk pengidap kanker anak-anak

Moby (13 tahun) dan Sade (10 tahun) sudah menekuni musik sejak berusia 4 tahun. Menurut ibu duo Moby-Sade, Meilany Eugene, jiwa sosial Moby dan Sade tumbuh saat keduanya diajak menjadi sukarelawan untuk anak-anak yang hidup dengan kanker.

Tidak disangka, mereka kemudian punya inisitif untuk melakukan penggalangan dana bagi anak-anak dengan kanker, dan ketika musibah melanda Palu dan wilayah Sulawesi Tengah lainnya, Moby dan Sade kembali berinisiatif menggalang dana.

“Ini di luar dugaan dan kami sangat bersyukur serta mendukung penuh atas apa yang dilakukan Moby-Sade. Saya percaya bahwa dengan menumbuhkan empati dan belajar berbagi, Moby dan Sade akan tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.” ungkap Meilany.

Sejak Juli 2018, Moby dan Sade berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp38 Juta yang seluruhnya didonasikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Kini, untuk membantu para korban gempa di Palu dan Sulawesi Tengah, Moby dan Sade menargetkan bisa mengumpulkan donasi lebih banyak lagi.

“Semua dilakukan Moby dan Sade karena ingin melihat anak-anak di wilayah bencana dapat tersenyum lagi dan bisa kembali ceria,” ujar Meilany.