Jangan Pernah Multitasking Saat Belanja, Ini Alasannya

Annissa Wulan diperbarui 16 Nov 2018, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Ingin membuat keputusan yang lebih baik ketika belanja? Singkirkan ponsel dan gangguan lainnya, mengapa?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Retailing, orang-orang yang multitasking ketika belanja cenderung kesulitan menemukan dan membeli apa yang sebenarnya dicari. Yang lebih menarik, orang-orang ini seringkali tidak menyadari bahwa keterampilan belanja mereka sebenarnya sedang terganggu.

Orang-orang ini cenderung merasa percaya diri untuk melakukan pembelian, walaupun sebenarnya mereka benar-benar sedang dalam keadaan yang buruk. Penelitian ini melibatkan 119 orang yang diminta untuk mengunjungi toko kelontong dan belanja saus pasta, seperti dilansir dari realsimple.com, Jumat (16/11/2018).

Saus pasta tersebut akan digunakan untuk membuat makan malam karena seorang teman akan berkunjung kerumah. Para peserta diberitahu bahwa teman yang akan datang sedang diet dan diminta membeli saus yang rendah kalori.

Para peneliti memberi skenario yang berbeda kepada para peserta. Beberapa peserta diminta untuk memepertimbangkan mengapa mereka harus melakukan pekerjaan tersebut, sisanya diminta untuk memikirkan bagaimana mereka harus menyelesaikan urusan belanja.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Hasil penelitian

Ilustrasi belanja. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Hasilnya, para peserta dengan pola pikir bagaimana siap untuk bertindak, sedangkan para peserta dengan pola pikir mengapa masih merenung. Setelahnya, kedua kelompok peserta diminta untuk mendengarkan rekaman dan mengingat informasi dari rekaman tersebut ketika berbelanja.

Para peserta yang memiliki pola pikir bagaimana tidak terpengaruh secara signifikan dengan tugas multitasking, sedangkan para peserta dengan pola pikir mengapa justru dinilai berkinerja buruk. Mereka mendengarkan rekaman membeli saus dengan 88 kalori per porsi dan rata-rata mereka hanya fokus belanja saja.

Sedangkan peserta yang melaporkan dirinya sedang stres selama belanja, seringkali membuat keputusan yang tidak bijaksana. Mengapa?

Pola pikir mengapa membutuhkan lebih banyak sumber daya kognitif dan analisis internal, daripada pola pikir bagaimana. Menambahkan gangguan di atas hal tersebut dapat meningkatkan stres dan membuat pengambilan keputusan lebih cepat, serta kurang berhati-hati.

Cara terbaik untuk belanja di lain waktu adalah menghindari kegiatan lain. Simpan dulu ponsel di dalam tas, sudah coba cara ini ketika belanja?