Here Comes Your Man (Psst, The Right 'one'?) I

FimelaDiterbitkan 19 April 2012, 07:00 WIB

Vemale.com - Masalah banyak wanita dalam urusan romansa: Masih menerka-nerka apakah ia betul sosok pria yang akan diajak beriringan di altar. Setelah membaca artikel ini, Anda akan punya clue tentang relationship dan Anda bukan salah satu dari antara mereka lagi!

Tak nampak seperti akan ada acara spesial ketika ia menutup gagang telepon setelah bilang,, “Pakai baju saya yang belikan kemarin lalu dandan yang cantik ya. Saya ingin cepat-cepat bertemu.” Satu jam berselang, belum juga muncul rasa ingin jungkir balik, perut tergelitik bukan main, saat si dia hendak menjemput Anda. Keadaannya justru, dengan perasaan biasa-biasa saja, Anda mengenakan baju pemberiannya. Dengan perasaan biasa-biasa saja, Anda menanti suara mobilnya merapat di depan rumah Anda. Sampai ketika pria yang telah Anda pacari selama tiga tahun itu berdiri di hadapan pintu rumah Anda dan memuji, “Wow, selera saya selevel dengan fashion editor  majalah favorit kamu. It’s really look good on you, Babe!”, hati Anda sudah tak lagi bergetar. Hingga tiba saatnya Anda berdua berada di sebuah restoran berlatar pesona matahari senja yang romantis, dan tak lama ia mengeluarkan box mungil yang dari kejauhan sudah Anda kenali, “It’s Tiffany & Co.!” Bukan terkaan yang salah, ia memang memberikan Anda cincin seraya berkata, “Kamu siap punya masa depan dengan aku kan?” Anda pun mulai berpikir bagaimana bentuk afeksi si dia ini tak terdeteksi oleh Anda sebelumnya.

Oh, untungnya itu semua hanya mimpi! Anda masih boleh mengambil napas dalam-dalam. Boleh saja ada pasangan yang terlihat bahagia tapi berujung pada dua kata: Belum siap! Di sini Cosmo berani bilang, “Woman, you should have a vision!” You are happy together as a couple, jadi mau ke arah mana sebuah hubungan itu mengarah, paling tidak Anda telah memiliki petunjuk soal ‘masa depan’ dan tak akan terengah-engah serta menelan ragu saat menjawab, “Yes, I do!” Itulah gunanya Cosmo supaya: Memberi Anda sebuah clue. For sake of your future relationship, tak ada salahnya memberi jawaban “Ya” atau “Tidak” dengan jujur (dalam hati) pada pertanyaan ini.

1. “Setiap masalah, selalu ada solusi.”

Jawaban Anda: “Ya”

Di saat banyak pasangan di muka bumi call to quits, Anda justru telah menganggap bahwa konflik itu akan selalu terjadi dan tak dapat dihindari. Konflik justru muncul untuk membuat relationship itu menjadi “sehat” – dengan begitu, Anda berdua sama-sama memutar otak untuk mencari jalan keluar sehingga bisa sampai pada situasi yang lebih baik kalau-kalau konflik itu menyerang kembali. Pakar relationship Alexandra Fox juga sependapat dengan Anda, “When it comes to relationship, you never stop working. You never stop trying!”

Jawaban Anda: “Tidak”

Bagaimana dengan mulai melibatkan dua kepala saat dihadapkan pada masalah? Dan satu kebiasaan yang Anda harus hentikan sekarang juga adalah merasa perlu melarikan diri ketika “gesekan” kecil dalam hubungan Anda muncul ke permukaan. Menjalani sebuah long-term relationship memang akan menguras banyak tenaga, “Tapi ketika masalah itu menjadi bahan diskusi yang menarik, mengapa harus bertengkar?” ungkap Fox. Inilah saat-saat yang tepat untuk memberi Anda berdua kesempatan untuk menemukan bagaimana bisa “sepakat” dengan cara yang tepat. Karena kalau tidak, camkan baik-baik ucapan John Aiken, seorang relationship psychologist, “Masalah yang belum benar-benar tuntas justru akan meledak melebihi porsinya (suatu saat nanti).”

2. “Hobi, selera musik, makanan, kami punya perbedaan yang...BANYAK”

Jawaban Anda: “Ya”

Tak satu pun the most-happy-couple yang pernah Cosmo wawancarai selalu dan hanya menemukan kesamaan. It can be actually veru exciting, karena inilah tugas Anda berdua untuk sama-sama mencocokan dua kepribadian yang berbeda. How is sounds interesting? Karena Anda akan punya sebuah kebiasaan baru. Yang tadinya Anda selalu lari ke kamar berkutat dengan DVDs series, sekarang Anda setia menemaninya saat menyaksikan tim sepak bola kesayangannya berlaga. Yang tadinya Anda tak pernah mengunjungi restoran favoritnya, sekarang Anda mengajak ia pergi dinner berdua di sana. Begini, tidak ada “1+1 = 2” dalam perkara kecocokan Anda dan si dia. Maka, selama Anda sudah puas akan bagaimana ia melihat masa depan hubungan Anda berdua, bagaimana ia selalu membangkitkan sensasi dalam urusan ranjang, maka urusan hobi, selera musik, makanan, dan bla bla bla, masih bisa dikesampingkan selama Anda berdua masih dalam satu pijakan yang sama: MENJADI DIRI SENDIRI.

Jawaban Anda: “Tidak”

Anda juga punya tugas yang sama dengan pasangan-pasangan lain di dunia yang punya segelintir ketidakcocokan dengan kekasihnya. You know him so well- almost too well, jadi tugas Anda justru lebih menantang yakni bagaimana kembali menghidupkan “getaran” dan mengisinya dengan variasi yang bikin jalinan asmara beda dari biasanya. [initial]

Bagian kedua

Source: Cosmopolitan, Edisi Maret 2012, halaman 174

(Cosmo/miw)