Saya Cinta Dia Tapi... (Sedang Galau? Masuk!)

Fimela diperbarui 27 Des 2012, 02:00 WIB

Yang namanya jatuh cinta, seharusnya indah, bikin bahagia dan tidak pakai "tapi tapi..." Nyatanya, jatuh cinta dan mencintai tidak semulus jalan tol. Anda merasakan bunga-bunga cinta, tapi... ada saja "tapi tapi" sehingga membuat cinta yang seharusnya indah jadi runyam.

Mungkin Anda sedang dalam situasi di bawah ini:

SAYA CINTA DIA TAPI..

saya tidak suka dengan keluarganya

Yang namanya jatuh cinta, harus satu paket. Cinta dia, cinta hobinya, cinta kebaikan dan keburukannya, termasuk mencintai keluarganya. Anda tinggal di negara yang mengharuskan adanya restu untuk sebuah hubungan asmara. Jika sejak awal Anda merasa tidak nyaman dengan keluarganya, bahkan tidak mendapat restu dari orang tuanya, jangan anggap hal ini sebagai masalah kecil.

Masalah yang biasa terjadi pada hubungan tipe ini, Anda memaksakan diri untuk tetap nyaman, padahal ada saja kelakuan keluarganya yang bikin dongkol. Jika sudah begini dan si dia tahu, dia akan bingung antara membela Anda atau keluarganya (biasanya dia akan membela keluarganya). Jadi pikirkan kelanjutan hubungan ini, jika Anda kuat mental dengan tekanan keluarganya, go on! Jika tidak, berpikirlah positif bahwa ada pria dan keluarga lain yang bisa menerima Anda apa adanya.

SAYA CINTA DIA TAPI..

dia tidak tahu

Coba kembalikan lagi pada diri Anda, mengapa dia tidak tahu (atau belum tahu) Anda menyukainya? Apakah Anda tidak pernah memberi sinyal-sinyal cinta? Atau Anda sudah memberi banyak sinyal tapi dia tetap biasa dan santai menanggapinya, sehingga Anda berpikir "Dia sadar tidak sih kalau aku suka?" Jika pilihannya yang pertama, segera beri dia sinyal cinta! Bila yang terjadi adalah yang kedua, suasana ini sangat dilema, hati ingin menjerit agar dia segera tahu bahwa Anda menyukainya, tapi kok dia kelihatannya tidak sadar.

Pilihannya sekarang hanya dua, 1. Anda terus diam dan membiarkan rasa suka Anda menggantung entah sampai berapa lama; 2. Katakan padanya Anda menyukainya, secara langsung! Memang agak radikal, apalagi kita kan perempuan. Ladies, tidak ada yang salah dengan pengakuan cinta. Semua orang berhak mencintai dan berhak tahu bahwa dia dicintai. Buat sebuah kesempatan untuk berdua dengannya, lalu katakan saja bahwa Anda menyukainya. Just it! Perkara dia akan membalas cinta Anda atau sekedar mengucapkan terima kasih saja, setidaknya hati Anda lega. Percaya deh, rasanya super duper lega dan semua galau menguap ke udara.

SAYA CINTA DIA TAPI..

saya masih ingat mantan

Anda sadar menyukai si pria sepesial ini, tapi mengapa mantan masih terus menghantui hidup? Apakah mantan Anda begitu spesial? Ya.. memang PERNAH jadi yang spesial, tetapi lihatlah realitanya, Anda sudah tidak bersama dia. Anda sudah meninggalkan dia (atau mungkin ditinggalkan), apalagi yang Anda harapkan jika hati Anda sudah memilih pria lain yang lebih baik? Berilah diri Anda kesempatan untuk mengenalnya pria baru ini.

Anda akan sulit menemukan kebaikan pria lain jika terus menerus memikirkan mantan pacar. Dia berbuat baik, Anda langsung membanding-bandingkan dia dengan sang mantan. Belum apa-apa, sudah dinilai tidak oke karena Anda membandingkan dia dengan mantan. Hallo.., ladies! Sebaik apapun kebaikannya, semua nol di mata Anda jika begini terus. Relakanlah mantan Anda untuk meneruskan hidupnya tanpa Anda. Dan yang paling penting, izinkan diri Anda untuk hidup tanpa bayang-bayang mantan, karena Anda hidup untuk hari ini dan masa depan, tidak untuk masa lalu.

SAYA CINTA DIA TAPI..

bagaimana jika dia bukan jodoh saya?

Yang namanya jodoh, siapa yang tahu? Semua sudah menjadi rahasia Tuhan. Wajar jika seorang wanita menyimpan kekhawatiran saat semakin serius dengan pria yang dia cintai, apalagi jika Anda dan dia sudah serius hingga membicarakan pernikahan. Bahagia, sekaligus takut. "Bagaimana jika dia bukan jodoh saya? Bagaimana jika saya menikah dengan orang yang salah? Bagaimana jika jodoh saya yang sesungguhnya ada di luar sana dan belum bertemu dengan saya?" Dan sebagai-sebagainya yang justru bikin sakit kepala.

Ladies, tidak ada rumus pasti untuk mengetes apakah dia yang Anda cintai memang 100% jodoh atau tidak. Yang tahu adalah hati Anda, apakah Anda yakin dengannya, apakah Anda mantap hidup bersamanya dalam susah dan senang, apakah dia serius dengan Anda, dan apakah Anda sudah mendapat restu dari orang tua? Yakinkah hati Anda bahwa dialah yang terbaik, dialah jodoh Anda. Jika masih belum yakin, kembalikan saja pada Sang Pemilik Kehidupan, berdoalah, karena Dia selalu punya jawaban terbaik untuk Anda. Yang Anda butuhkan adalah percaya.

SAYA CINTA DIA TAPI..

dia tidak cinta saya

JLEB! Rasanya memang sakit. Tidak apa-apa, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang Anda mau, begitu juga dengan urusan cinta. Dia tidak mencintai Anda, bukan berarti Anda buruk atau tidak layak dicintai. Yang namanya cinta harus pakai chemistry, dan bisa jadi hal itu yang membuatnya tidak lagi atau belum bisa mencintai Anda. Relakan, karena masalah hati tidak bisa dipaksakan. Sakit memang, tetapi hidup harus tetap berjalan, dengan atau tanpa cintanya pada Anda.

Yang pasti, lalui masa ini dengan hal-hal yang tidak merugikan diri sendiri. Perluas pergaulan, manjakan diri sendiri, dan tetap lakukan hobi dan aktivitas seperti biasanya. Yakinlah, pasti akan datang pria yang lebih baik dan mencintai Anda. Kami ingat dengan sebuah kutipan, "Lebih baik hidup dengan orang yang mencintai kita, bukan dengan orang yang mati-matian kita cintai," Jadi, tetap nikmati hidup Anda saat ini. Percayalah, kejadian ini akan membuat Anda semakin mensyukuri indahnya dicintai :)

(vem/yel)
What's On Fimela