Momen-Momen Menggetarkan Dari Dahsyatnya Banjir Jakarta

Fimela diperbarui 19 Jan 2013, 13:16 WIB

Bulir-bulir air hujan mendinginkan Jakarta. Namun tidak hanya itu, air bah seolah mengamuk ke seluruh penjuru kota Jakarta, melumpuhkan jantung ibukota yang biasanya tak pernah tidur ini. Awal tahun ini diwarnai banjir dahsyat yang menenggelamkan rumah-rumah warga, bahkan bangunan-bangunan pencakar langit di sana. Seperti lirik lagu, Jakarta kebanjiran.

Banjir memang sudah menjadi tamu tahunan di kota Jakarta, namun kali ini, tanggul-tanggul yang membentengi Jakarta tak sanggup lagi melindungi kota tersebut dan membuat banjir menggenangi seluruh penjuru kota. Ramai-ramai diberitakan mengenai berbagai pertolongan untuk mengevakuasi warga, posko-posko yang telah menampung pengungsi dan masih membutuhkan banyak bahan makanan dan perlengkapan kesehatan. Hujan pun dengan derasnya mengguyur selama berjam-jam, sederas aliran banjir yang menyelimuti Jakarta.

Banjir kali ini mengabadikan momen-momen menegangkan dan mengharukan yang membuat hati bergetar. Momen penyelamatan warga yang membuat kita ikut trenyuh, lebih sadar mengenai solidaritas atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Berikut ini beberapa momen mengharukan yang terekam dalam banjir awal tahun ini.

Detik-Detik Menegangkan Penyelamatan Ibu Hamil dan Seorang Nenek

Banjir akibat tanggul jebol dan hujan lebat menjebak banyak warga dalam bencana yang tak terduga. Bertahun-tahun menerima air banjir tak lantas membuat kita semua mengira akan ada kondisi yang lebih parah. Air bah ini tak hanya menggenangi dengan tenang, namun bagaikan tsunami yang mengalir dengan cepat dan deras memenuhi seisi Jakarta.

Seorang ibu yang sedang hamil tua terjebak dalam halte bus karena hendak menaiki bus Trans Jakarta. Ibu muda ini harus dievakuasi karena air banjir semakin meninggi, menggugah hati banyak orang untuk menyelamatkannya. Dengan wajah cemas dan memegangi perutnya, ibu muda tersebut menunggu orang-orang yang hendak mengevakuasinya.

Dengan hati-hati seorang wanita muda dan beberapa orang pria membantunya menaiki perahu karet yang disiapkan untuk memindahkan ibu muda ini ke tempat yang lebih aman. Penyelamatan ini memang harus hati-hati karena sang wanita tengah mengandung besar. "Hati-hati, Bu. Nyaman nggak? Cari posisi enak, Bu," kata orang-orang sambil membantu wanita tersebut. Akhirnya wanita itu bersama beberapa orang lainnya berhasil dipindahkan dari halte tersebut.

Peristiwa penyelamatan korban banjir lainnya adalah ketika menyelamatkan seorang nenek di wilayah Latuharhary. Wilayah yang dekat dengan sumber jebolnya tanggul, membuat momen penyelamatan nenek yang sempat menolak untuk dievakuasi tersebut berjalan cukup sulit. Begitu derasnya arus air membuat para petugas harus berusaha lebih keras untuk menjangkau posisi di mana nenek itu berada.

Sang nenek harus menggunakan ban sebelum sampai di perahu karet yang akan digunakan untuk menyelamatkannya. Para petugas penyelamat dengan hati-hati membawa sang nenek menjauhi wilayah yang dibanjiri makin tinggi, dengan hanya bertahan pada seutas tali. Di tengah derasnya arus banjir yang menghadang mereka, tim penyelamat ini terus berusaha hingga berhasil menyelamatkan jiwa nenek tersebut.

Kisah Dramatis Penyelamatan Korban Banjir UOB

Kisah dramatis penyelamatan korban banjir lainnya adalah penyelamatan di basement gedung Plaza UOB, dilansir dari Merdeka.com. Gedung yang bahkan memiliki 3 lantai parkir di bawah tempat parkir basement ini dihantam arus air yang dengan cepat memenuhi tempat tersebut. Begitu cepatnya sehingga membuat kita tertegun ketika melihat bahwa ada kekuatan dahsyat dari alam yang tak bisa kita kendalikan. Berikut ini cuplikan yang terekam dari video amatir di dalam gedung UOB.

Mirisnya, di bawah lantai basement ini adalah tempat para cleaning service. Dengan kondisi air banjir yang memenuhi hingga ke wilayah bawah tanah itu, sudah pasti penyelamatan tak akan mudah dilakukan. Keruhnya air dan medan pencarian menyulitkan para pasukan Katak TNI AL.

Namun mukjizat Tuhan membantu mereka menemukan 2 orang korban kemarin. Seorang korban bernama Tri S. berhasil diselamatkan pukul 17.00 WIB dan seorang lagi bernama Tito, akhirnya berhasil ditemukan pukul 23.15. Ditemukannya para korban dalam keadaan selamat membuat rasa haru meliputi para tim penyelamat.

"Kami merasa terharu, karena kami sebagai tim SAR bisa mengevakuasi korban dalam keadaan selamat, dan dapat mempersembahkan kepada keluarga korban sesuatu yang maksimal, di mana kondisi korban seperti diinginkan keluarga," kata Dheni Suncoko, salah satu petugas penyelamat Kodim, Jakarta Pusat.

Wajar bila perasaan haru tersebut muncul. Kendala saat proses penyelamatan tidaklah mudah untuk dilalui. Di basement gedung tersebut banyak mobil yang terjebak sehingga bahan bakar di dalamnya tak hanya memperkeruh air banjir, namun juga memperkeruh proses pencarian. Sehingga mereka sangat bersyukur bila korban yang mereka temukan masih dalam keadaan hidup.

Dikutip dari Merdeka.com, Dheni mengatakan bahwa keselamatan korban merupakan kehendak Tuhan. Menurut dia, seandainya pun dirinya tidak menemukan korban, jika dengan kehendak Tuhan maka korban akan tetap selamat ditolong orang lain.

"Tanpa mukjizat Tuhan tidak mungkin bisa selamat. Orang mungkin berpikir, mana mungkin selamat dalam waktu 1x24 jam," kata Dheni.

Menurut cerita para tim penyelamat, saat diselamatkan, korban sedang bertahan di atas pipa paralon. Dengan sekuat tenaga ia pun menunggu mukjizat Tuhan agar bisa selamat. Pria ini tidur di atas pipa yang terendam air sambil kepalanya sesekali naik turun untuk bernafas.

Berita terjebaknya beberapa orang dalam gedung UOB dan proses evakuasi yang belum usai itu mengetuk hati para warga dari Masjid Jami Darussalam di daerah yang masih satu wilayah dengan gedung tersebut, mendatangi gedung untuk memberikan bantuan doa agar proses penyelamatan diberikan kemudahan.

Perwakilan warga, H. Haris Maulana, menyampaikan bahwa itikad baik ini bukan hanya untuk tempat tersebut, namun juga kota Jakarta yang mereka cintai. "Mudah-mudahan korban cepat ditemukan. Tapi itu semua kita kembalikan kepada Allah," pungkas Haris.

Bencana banjir kali ini memberikan pelajaran pada kita semua. Tentang arti mencintai lingkungan, tentang bencana yang mungkin tak kita duga, tentang solidaritas dan kuasa Tuhan terhadap semesta. Kita doakan saja agar situasi ini segera menjadi lebih baik dan lebih sadar mengenai pentingnya kesadaran tentang menjaga lingkungan.

(vem/gil)