'Benang Merah' Sebagai Hadiah Untuk Indonesia ke-68

Fimela diperbarui 21 Agu 2013, 18:30 WIB

Baik itu di bulan Agustus ataupun bulan-bulan lainnya, jiwa kemerdekaan dan cinta terhadap tanah air sudah seharusnya melekat dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari Ladies.

Tetapi dalam menyambut hari ulang tahun Indonesia yang tanpa terasa sudah 68 saja. Ada baiknya kita memperingati dan menghargai lebih dalam negara tercinta ini dengan bentuk apresiasi seni agar Indonesia tetap tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh organisasi yang terbentuk dalam KISS ini.

Kultura Indonesia Star Society atau yang lebih sering disingkat KISS adalah sebuah komunitas, organisasi atau perkumpulan apapun itu sebutannya yang bergelut dalam bidang tari dengan menampilkan tari-tarian tradisional Indonesia. KISS didirikan oleh 3 perempuan muda yang merasa harus menularkan semangat cinta dan rasa memiliki budaya asli Indonesia khususnya tari dan musik tradisional kepada generasi muda saat ini. 3 orang perempuan muda ini adalah Stefani, Priviliani Santoso dan Andriesty Kusumaningrum yang memulai KISS sejak Agustus 2012.

KISS adalah sebuah bentuk kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia. Dengan tujuan utama untuk mengajak dan menyatukan para generasi masa depan lainnya, KISS terbuka untuk siapa saja. Tidak hanya bagi mereka yang sudah bisa menari atau bermain alat musik, tetapi juga terbuka bagi pemula. KISS memiliki jadwal menari dan bermain alat musik yang dibuat rutin. Dan pada akhirnya, usaha KISS berhasil memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia dengan melakukan misi budaya.

Untuk merayakan hari jadi Indonesia yang ke 68, KISS mempersembahkan pementasan yang diadakan di teater Bulungan pada tanggal 16 Agustus 2013 lalu dengan judul “Benang Merah”. Benang Merah sendiri memiliki sinopsis tentang asal usul manusia yang diciptakan baik dan kehidupan di bumi diwarnai ketentraman. Sampai pada suatu hari d imana manusia merasa ‘lebih’ dan mulai mementingkan diri sendiri. Kemudian Tuhan menurunkan perantaranya untuk memberikan ajaran baik. Agar manusia kembali pada akar yang baik.

Seperti layaknya sifat manusia yang bermacam-macam, sebagian mendengarkan dan sebagian mengabaikan sehingga menimbulkan kekacauan dan peperangan. Di tengah kegelapan peperangan, timbullah satu titik kesadaran. Akhirnya, dengan berserah diri, perlahan manusia kembali pada hakikatnya sebagai makhluk berakal, dan segalanya kembali baik. Susunan acara yang diisi dengan berbagai tarian daerah asli Indonesia ini berlangsung selama sekitar 2 jam.

Tarian yang ditampilkan dikelompokkan dalam 7 sesi, dimulai dengan tari Yospan dari Papua, Dasime dari Betawi, Pekarena dari Sulawesi Selatan, Zapin dari Riau, Dayak Kancet dari Kalimantan, tari Piring dari Sumatera Barat dan ditutup oleh tari Indang dari Sumatera Barat. Rangkaian tari ini dilakukan dengan sangat baik oleh para anggota KISS dengan iringan alat musik secara ‘live’.

Nah Ladies, jika Anda juga tertarik untuk bisa berpartisipasi dan mengisi kemerdekaan Indonesia melalui tarian dan musik, KISS membuka lebar kesempatan untuk Anda agar bisa memperdalam tarian-tarian elok yang dimiliki Indonesia. Anda bisa langsung saja mengakses website resmi milik KISS di www.kulturaindonesia.com atau melalui twitter mereka di @kulturaINA. Ayo Ladies, mari sama-sama menjaga keindahan Indonesia tercinta ini dengan bentuk apresiasi dan karya yang menarik dan menyenangkan yang dilakukan bersama-sama.      

(vem/cjm/dyn)