Hebat, Pria Ini Akan Mendaki Gunung Semeru Dengan Jalan Mundur!

Fimela diperbarui 24 Agu 2013, 13:27 WIB

Mendaki gunung adalah aktivitas outdoor yang banyak disukai oleh pria. Biasanya mereka mendaki hingga puncak, dan berkemah selama beberapa hari. Aktivitas mendaki gunung seperti ini memiliki beberapa klub seperti Pecinta Alam (Pala) dan berbagai klub lainnya. Bila mendaki gunung lumrahnya dengan menggunakan menapak menuju atas dan menghadap ke depan, maka pria satu ini ingin mendaki gunung Semeru dengan berjalan mundur lho!

Hal unik dan berisiko tinggi itu akan dilakukan oleh Iswahyudi. Pria yang akrab disapa Tarpin itu mempunyai impian untuk mendaki Gunung Semeru dengan berjalan mundur. Selama ini Tarpin adalah pegiat pecinta alam, pendaki dan porter. Tapin ingin membuat rekor baru dan dirinya yakin bahwa bisa untuk mendaki hingga puncak gunung yang tinggi ini dengan berjalan mundur.

Rupanya selama ini ketika bekerja menjadi porter (pembawa barang) untuk para pendaki di Semeru, Tarpin sudah 'mengasah' kemampuannya berjalan mundur. Biasanya dia membantu membawa barang tamu yang akan mendaki. Dia membawa barang dengan bantuan tali sambil berjalan mundur. Tarpin sudah terbiasa naik turun gunung Semeru dan hapal dengan medan di sana. Karena itulah dirinya optimis bisa mendaki dengan cara yang lain dari yang lain.

Lantas bagaimana caranya Tarpin mendaki dengan berjalan mundur? Rupanya Tarpin punya 'rahasia' ladies. Tarpin akan membawa spion dan melihat ke arah belakang dengan menaruh spion itu di tas yang digendongnya di punggung. Prinsip sederhana ini mengadaptasi dari prinsip spion yang berada di kendaraan bermotor. Tarpin akan mendaki mulai dari hari ini (24/8) hingga tiga hari ke depan.

Pendakian ke puncak Semeru memang membutuhkan waktu karena para pendaki biasanya akan membuat tenda dan beristirahat dulu di beberapa tempat pemberhentian. Dalam pendakian kali ini, Tarpin mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mendaki satu hari pulang pergi seperti yang biasanya dia lakukan. "Kalau mendaki normal saya bisa lakukan pulang pergi dalam sehari. Tapi kalau berjalan mundur harus mempertimbangkan keamanan dan cuaca, jadi estimasinya tiga hari," ungkap Tarpin dikutip dari merdeka.com.

Aksi pendakian Tarpin mendapat apresiasi dari banyak pihak. Terlebih niat baiknya untuk mengajak kaum muda untuk mendaki melewati jalur yang benar dan tidak membuang sampah sembarangan. Yuk kita semangati Tarpin agar mencapai puncak Semeru dengan selamat dan memecahkan rekor!

BACA JUGA

Di Penghujung Usia, Kakek Rai Wujudkan Mimpi Terakhirnya Terbang di Angkasa

Tubuh Pendek Kami Adalah Berkah, Bukan Bahan Tertawaan

Kisah Kanker: Jangan Menyerah Pada Penyakit Ini, Aku Bisa Sembuh

Kisah Menghangatkan Hati, Muslim Jaga Saudara Kristiani Yang Sedang Beribadah di Gereja

Berkah Cinta: Model Lingerie Putuskan Berjilbab Dan Masuk Islam Setelah Menemukan Jodohnya

Cinta Sampai Mati: 'Tolong Selamatkan Istriku Lebih Dulu'

Dukung Muslimah, Para Perempuan di Swedia Memakai Hijab

(vem/sya)
What's On Fimela