Tak Ada Orang Yang Terlahir Buruk, Mari Perbaiki Diri

Fimela diperbarui 03 Okt 2013, 16:00 WIB

Hidup itu tidak mudah, namun harus tetap dijalani. Kadang kala kita harus menjadi sosok yang arogan untuk bisa bertahan dari tekanan yang lain. Sebenarnya tak ada manusia yang benar-benar ingin berwatak keras, namun waktu dan pelajaran hidup memang memoles kita menjadi sebuah pribadi demikian.

Menjadi buruk atau menjadi baik, semua kembali pada pilihan kita masing-masing. Ada yang belajar dari kesalahan, ada yang berproses dan ada yang menikmati sisi gelap diri mereka. Hal inilah yang coba disampaikan dalam sebuah iklan berdurasi 60 detik yang mengingatkan kita akan sesuatu. Siapa diri kita dahulu?

Ya, dulu kita adalah seorang bayi yang lahir tanpa cela. Kita tak pernah tahu akan jadi apa kita di masa depan. Apakah kita akan menjadi orang yang suka berbuat kasar? Apakah kita akan menjadi orang yang curang? Apakah kita akan menjadi orang yang suka mengeluh dan omongan kita menyakiti orang lain?

Semua orang pernah kecil dan memiliki impian yang lebih besar. Saat itu, kita terlahir sebagai anak-anak yang baik. Kemudian seiring waktu berjalan, proses hidup membuat kita menjadi seseorang yang berkarakter. Pasti ada duka dan getir yang pernah kita kecap.

Mendapatkan tekanan membuat kita belajar menekan orang lain. Diperlakukan kasar, membuat kita belajar bahwa harus sama kasarnya untuk bisa bertahan hidup. Perubahan ini tak sepenuhnya buruk. Tapi bila kita lengah dan terlena, keburukan ini bisa terbawa dan mengendalikan kita.

Ladies, tak ada orang yang terlahir buruk. Mengapa tak kembali menjadi sosok yang lebih baik? Jadikanlah gemblengan hidup sebagai pelajaran, bukan sekedar belajar arogan untuk bertahan hidup.

(vem/gil)
What's On Fimela