Yang Bisa Dipelajari Dari Cinta Pertama

Fimela diperbarui 04 Nov 2013, 19:05 WIB

Berapa orang di antara Anda yang berhasil mempertahankan cinta pertama hingga menjadi hubungan yang saat ini dijalani?

Mungkin hanya satu atau dua orang saja yang bisa. Sebagian besar memang malah mengaku mendapatkan kekecewaan dan patah hati karena cinta pertama. Sampai-sampai ada juga yang rasanya kapok untuk jatuh cinta lagi.

Tetapi kalau dipikir lagi tentang hal-hal yang sudah Anda lewati, banyak lho sebenarnya yang bisa Anda pelajari dari cinta pertama.

Bahwa Anda berharga

Kehilangan seseorang di masa lalu bisa membuat Anda tahu bagaimana cara menghargai orang lain dan diri sendiri. Bila memang Anda ditinggalkan dan dikhianati, Anda bisa introspeksi dan memperbaiki diri. Kemudian melihat sisi kelebihan apa yang Anda punya untuk terus membawa diri move on dan tak melulu terjebak di masa lalu.

Ingatlah bahwa Anda berharga, jauh lebih dari apapun. Sehingga jangan biarkan diri Anda menghukum diri sendiri dengan terus membiarkan ingatan masa lalu mengekang dan tak bisa membuat diri maju.

Bahwa orang bisa berubah

Anda akan belajar bagaimana orang bisa berubah ketika memiliki sebuah tujuan. Orang yang biasanya dingin bisa jadi manis karena jatuh cinta, yang biasanya cuek jadi perhatian. Tetapi dia juga bisa berubah kembali menjadi orang yang berbeda seperti sosok yang tidak dikenal.

Jadi jangan keburu menyimpulkan sesuatu hal kalau memang Anda bertemu dengan sosok pria. Kenali dan pelajari terlebih dahulu sikapnya, karena bisa saja ia menjadi orang yang berbeda.

Dan ketika ia pernah berbuat kesalahan, ia juga bisa berubah menjadi orang yang lebih baik. Jangan berpikir kalau orang tersebut tidak pernah berubah dan belajar dari kesalahan.

Bahwa sakitnya tidak akan abadi

Mungkin memang hanya Anda saja yang berpikir bahwa Anda tak akan pernah bisa melupakan rasa sakit itu dan tak bisa melupakan mantan. Cinta pertama mengajarkan bahwa Anda bisa kok menyembuhkan rasa kecewa dan luka di hati. Anda tak akan pernah merasakan sakit yang sama selamanya, problemnya hanya satu, Anda mau sembuh atau tidak.

Bikin Anda mandiri

Biasanya selalu ke mana-mana bareng si dia, tapi sekarang setelah Anda sendiri, Anda jadi bisa melakukan ini itu sendiri. Putus cinta tak selalu bikin Anda jadi lemah kok, justru terkadang Anda tak menyadari bahwa banyak yang bisa Anda pelajari dari hal menyakitkan itu.

Membuat Anda lebih bisa berpikir jernih

Justru saat kehilangan seseorang Anda bisa berpikir lebih jernih apa yang salah dalam hubungan Anda. Dalam kondisi sedang berdua, Anda atau dia cenderung lebih egois, dan sulit rasanya berpikir jernih kalau masih mengharapkan kehadiran orang lain.

Kini Anda akan lebih leluasa memperbaiki diri dan menemukan hal-hal kelebihan Anda.

Jadi lebih kuat

Anda tahu sebenarnya Anda punya kekuatan dan kelebihan lain, tetapi Anda merasa tak memiliki kekuatan itu ketika hanya mengandalkan kehadiran orang lain. Dan tepat di saat Anda kehilangan kekasih Anda akan bisa berpikir, oh sebenarnya Anda bisa ya melakukannya.

Hal ini tak banyak disadari wanita, sehingga seringnya malah terlalu mengandalkan kekasih hingga saat putus cinta rasanya terlalu menyakitkan.

Sebenarnya memang tak ada hal yang buruk di dalam hidup Anda. Anda hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri Anda, dan manfaat apa yang bisa Anda ambil darinya.

 (vem/bee)