Paramita Sheila Widjaja, Pelukis Cilik Pengharum Nama Bangsa

Fimela diperbarui 21 Des 2013, 07:20 WIB

Kao Corporation menggelar Upacara Penghargaan bagi pemenang Lomba Lukis Anak International ke-4 yang telah diadakan sejak bulan Maret lalu. Paramita Sheila Widjaja sebagai pemenang Penghargaan “eco together”–Kao Prize hadir mewakili Indonesia dalam acara tersebut di Jepang.

Dari 8.516 karya lukis yang masuk ke Kao Corporation, selain Paramita Sheila Widjaja juga terdapat 2 orang pemenang Penghargaan Favorit – Eco Friend Prize dan pemenang ke 3 kategori group yaitu Sekolah Kota Batu 1 Bogor yang berasal dari Indonesia dan berhasil membawa nama Indonesia sebagai pemenang dari masing-masing kategorinya.

“Saya senang dan bahagia. Saya tidak percaya ketika saya pertama kali mengetahui dari ibu saya”, ujar Paramita ungkapkan kebahagiaannya.

Lomba Lukis Anak Internasional yang diselenggarakan oleh KAO Group ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mendorong anak-anak di seluruh dunia menyadari bahwa mereka harus turut memelihara bumi, kelak berfikir dan bertindak aktif untuk melindungi lingkungan sekitar.

Antusiasme anak-anak di Indonesia sendiri menyambut program Lomba Lukis Anak International ini sangat besar. Terbukti, dari 204 sekolah yang mendaftar terdapat 1.313 anak yang mengikuti lomba lukis tersebut. 

Paramita menjelaskan mengenai judul yang ia ambil “Alamku Bersih, Semua Makhluk Hidup Pun Bergembira”, memiliki arti bahwa dengan kondisi alam yang bersih, manusia, hewan dan tumbuhan pun akan senang. Meskipun hewan dan tumbuhan tidak mengerti apa yang manusia lakukan namun mereka akan tetap bisa merasakan.

Ide pembuatan lukisan ini berasal dari rumahnya sendiri, “Ketika setiap pagi sebelum berangkat sekolah saya selalu melihat asisten rumah tangga saya menyapu di bawah pohon besar di depan rumah saya dan pada saat itu selalu banyak burung yang bertengger di atas pohon saya tersebut” cerita Paramita. Berkaitan dengan gambarnya, Paramita menceritakan sempat kesulitan menggambar burung dan mewarnainya, “Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menggambar burung dan mewarnainya, hingga 3 sesi di kelas Linda Art School” ungkap siswi Linda Art School ini.

Lomba Lukis Lingkungan International yang sudah berlangsung sejak bulan Maret lalu, dengan kategori peserta perorangan dan kelompok usia 6 – 15 tahun dari seluruh dunia memberikan pengalaman yang berharga bagi tiap-tiap pesertanya. Sebagai salah satu perwakilan Indonesia, Paramita mengatakan akan terus turut serta hingga usianya 15 tahun.

Sikap nyata yang akan Paramita lakukan setelah mengikuti Lomba Lukis ini adalah antara lain dengan menutup keran air setelah digunakan setiap waktu untuk menghemat penggunaan air, mematikan lampu ketika tidak digunakan untuk menghemat listrik dan membuang sampah pada tempatnya. Paramita juga menambahkan bahwa Ia akan melakukan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari meskipun dimulai dari hal kecil.

Keberhasilan Paramita yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, tentu saja diharapkan dapat menginspirasi anak-anak Indonesia yang lain untuk turut memperkenalkan nama Indonesia melalui prestasi gemilang. Kao Group sendiri juga akan tetap menyelenggarakan event yang sama untuk yang ke-5 kalinya pada tahun 2015 mendatang dan tentu saja karya dari anak-anak Indonesia sangat ditunggu keikutsertaannya.

(vem/rsk)
What's On Fimela