Kecemburuan Suami Merenggut Bola Mataku

Fimela diperbarui 23 Des 2013, 14:00 WIB

Kadang emosi memang bisa membutakan segalanya. Membutakan mata hati kita, bahkan membutakan mata orang lain. Seperti sebuah kisah miris yang terjadi berikut ini.

Ini adalah kisah nyata yang terjadi di China belakangan ini. Seorang wanita bernama Li, terpaksa kehilangan salah satu bola matanya untuk selama-lamanya karena sang suami yang tenggelam dalam emosi dan kecemburuannya sendiri.

Li selama ini juga merasa terhantui oleh pernikahannya dengan Long yang tidak harmonis. Awalnya ia dan Long berhubungan baik dengan perasaan cinta dan sukacita yang membahagiakan. Namun itu hanya bertahan selama beberapa bulan.

Setelah beberapa waktu, Long berubah menjadi sosok yang lebih agresif dan menuntut keluarga Li untuk membayar hutang padanya. Bila Li melawan, wanita itu akan mendapatkan siksaan yang menyakitkan dari sang pacar. Long tak segan untuk memukul dan melucuti pakaian yang digunakan oleh Li.

Long membuat Li kesulitan memilih karena ia mengancam, bila Li meninggalkannya, maka Long akan mencelakai keluarga mantan istrinya. Ia juga memaksa Li untuk mau menikah dengannya.

Setelah menikah, Li memutuskan untuk pulang kampung dan bertemu dengan pria yang dikenalkan oleh temannya. Long ternyata memergoki mereka dan menyerang pria itu. Yang lebih sadis lagi adalah ketika Long tega merenggut salah satu bola mata Li sehingga membuat wanita itu tak bisa melihat lagi.

Long kemudian menyerahkan diri kepada polisi atas inisiatifnya sendiri setelah temperamen terlanjur membuat Li hanya bisa melihat di salah satu mata saja. Sungguh sangat disayangkan karena emosi membutakan mata hati Long dan akhirnya juga membutakan mata Li. Dokter mengatakan bahwa medis tak bisa mengembalikan mata Li kembali.

Nasi telah menjadi bubur. Akhirnya emosi dan temperamen tak pernah bisa menjadi solusi dan hanya menimbulkan penyesalan. Semoga kisah nyata ini bisa mengingatkan kita untuk tak selalu mengandalkan emosi untuk menyelesaikan masalah.

(vem/gil)
What's On Fimela