Cara Mengendalikan Tantrum Anak

Fimela diperbarui 18 Feb 2014, 17:00 WIB

Jika Anda memiliki Anak ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda. Termasuk masalah yang berikut ini, ketika anak meminta sesuatu kepada Anda kemudian dia bergulung di lantai dengan wajah memerah plus tangisan luar biasa. Apa yang akan Anda lakukan? Jika hal seperti ini terjadi di rumah, mungkin tidak terlalu merisaukan, kalau anak Anda bersikap seperti ini ketika di mall, pasti semua mata ibu-ibu akan tertuju pada Anda.

Tantrum pada anak atau lebih sering dikenal dengan keadaan di mana anak mengamuk tidak karuan sangat umum pada usia 1-4 karena mereka merasa frustasi ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, demikian penjelasan dari Robert G. Harrington, seorang profesor psikologi di University of Kansas. Lalu bagaimana cara untuk menghadapi tantrum anak? Berikut ini dilansir dari realsimple.comtips yang bisa Anda coba Ladies.

1. Antisipasi

Kita semua pasti memiliki pemicu amarah. Untuk anak biasanya mereka akan mengeluarkan tantrum ketika melakukan hal yang tidak mereka inginkan seperti pergi ke sekolah atau mengakhiri waktu bermainnya. Tantrum juga bisa terjadi ketika anak merasa lapar, kesepian, gelisah, atau lelah. Siapkanlah diri Anda untuk menghadapi kebiasaan anak mengeluarkan tantrum untuk hal-hal seperti ini. Mungkin Anda bisa menyiapkan mood anak tetap bahagia saat mengantarnya ke sekolah.

2. Tunggu

Ketika anak Anda mengamuk, jangan sampai Anda kehabisan kesabaran dan kemudian ikut marah-marah ke anak. Hal seperti ini tidak akan menghentikan amarah anak. Anda hanya menambah api semakin berkobar. Jika Anda tidak bisa lagi menenangkan anak Anda, biarkan beberapa saat hingga ritme menangisnya menurun kemudian tawarkan sesuatu kepada anak Anda.

3. Pastikan

Salah satu penyebab anak menangis atau membuat ulah adalah karena dia ingin didengar. Sangat disarankan ketika Anda tahu bahwa anak Anda marah karena hal yang Anda larang, katakan padanya bahwa tidak apa-apa mengekspresikan kemarahannya seperti itu. Kemudian arahkan bagaimana anak-anak sebaiknya bersikap, misalnya "Aku tahu kamu marah, tetapi jika kamu menginginkan makanan itu sebaiknya kamu membantuku dulu".

Jangan lupa untuk membiasakan anak mengerti sikap baik yang seharusnya ya Ladies.

(vem/hyn)