Astaga, Pria Ini Menculik Gadis Berusia 11 Tahun Untuk Dijadikan Istri Idamannya

Fimela diperbarui 24 Jul 2014, 13:10 WIB

Ladies, belum usai kasus pedofilia yang marak di Indonesia belakangan ini, sebuah kisah miris serupa terjadi di Jepang. Kali ini, seorang anak perempuan berusia 11 tahun bernama Sakura menjadi korbannya.

Dilansir oleh rocketnews24.com, seorang gadis bernama Sakura dari prefektur Okayama dilaporkan menghilang dari rumah saat perjalanan ke sekolah pada tanggal 14 Juli yang lalu. Spekulasi yang berkembang, Sakura menjadi korban penculikan sejak para saksi mata melihatnya mengobrol dengan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun.

Sakura terlihat terakhir kali di dalam mobil berwarna silver dengan seorang laki-laki paruh baya. Ternyata, sang ibu menyadari ada mobil misterius berwarna serupa yang akhir-akhir ini mondar-mandir di sekitar rumahnya. Beruntung, warga sekitar termasuk sang ibu sempat mencatat nomor polisi mobil tersebut dan melaporkannya ke kepolisian setempat.

Nomor polisi tersebut mengarah pada sebuah rumah yang diketahui pemiliknya bernama Takesih Fujiwara, seorang laki-laki berusia 49 tahun. Polisi menemukan Sakura berada di rumah tersebut sedang menonton film kartun dan memakai piyama. Keberadaan Sakura tidak terdeteksi oleh masyarakat sekitar karena Fujiwara dengan sengaja menempatkan korban pada sebuah ruangan yang kedap suara dan tidak memiliki jendela sehingga mengisolasi Sakura dari dunia luar. Untuk membuat ruangan ini, Fujiwara menghabiskan uang US$ 80.000 atau sekitar Rp. 920 juta sejak Desember tahun lalu!



Setelah melalui interogasi, Fujiwara mengaku ia memiliki ketertarikan khusus pada gadis-gadis muda sehingga inilah yang membuatnya merasa jatuh cinta pada Sakura. Fujiwara mengatakan, ia berencana untuk membesarkan Sakura menjadi wanita idamannya. Saat penangkapan, Fujiwara pun menyebut Sakura sebagai "istri"nya.

Kisah ini tampak mengerikan karena ternyata ada banyak orang yang berkeliaran di sekitar kita dengan berbagai penyimpangan. Tak hanya melindungi anak secara protektif, tetapi para orang tua sebaiknya memperhatikan kejanggalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Misalnya, keberadaan orang asing di sekitar rumah ataupun memantau apa yang dilakukan anak di social media. Tetap waspada dan semoga kisah seperti ini tak terjadi lagi ya, Ladies.

(vem/wnd)