Cerita Imelda Budiman Tentang Mrs World 2014 dan Cintanya Pada Indonesia

Fimela diperbarui 08 Des 2014, 19:00 WIB

Setelah beberapa minggu lalu Vemale menayangkan berita tentang Imelda Budiman yang menjadi perwakilan Indonesia dalam kontes kecantikan Mrs. World 2014, kami mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif bersama wanita yang sangat ramah ini.

Imelda tidak hanya menceritakan serunya menjadi kontestan Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014, dia juga menceritakan perannya sebagai seorang istri dan ibu. Siapa sangka wanita cantik ini sudah menjadi ibu dari Samantha (15 tahun), Sabrina (13 tahun) dan Dylan (5 tahun). Empat belas tahun tinggal di Amerika Serikat tentu bukan hal yang mudah untuk beradaptasi, apalagi sebagai ibu.

Dalam wawancara ini, Imelda bercerita tentang banyak hal, termasuk cintanya pada Indonesia. Bagaimana dia ikut serta dalam banyak kegiatan yang membawa nama Indonesia. Imelda juga bercerita tentang tiga anaknya dan tantangan mengenalkan budaya Indonesia walau mereka tinggal di Colorado, Amerika Serikat. Plus.. cerita Imelda tentang nasi Padang kesukaannya.

(vem/yel)
2 dari 4 halaman

Imelda Budiman Dalam Ajang Mrs World 2014

Foto: dok. pribadi/Imelda Budiman

Ikut serta dalam kontes kecantikan yang dikhususkan untuk wanita yang sudah menikah, Imelda Budiman sukses mengenalkan Indonesia. Kontes-kontes tersebut tidak sekedar wanita cantik, tetapi juga menilai bagaimana peran pesertanya dalam kegiatan bermasyarakat. Inilah cerita Imelda Budiman mengenai keikutsertaannya dalam ajang Mrs. World 2014.

1. Apa misi mbak Imelda saat ikut Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014?

Misi saya dalam mengikuti Mrs Asia USA 2013 dan Mrs World 2014 adalah untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional. Khususnya dalam ajang Mrs World 2014, Indonesia belum pernah mengirimkan perwakilannya, padahal kontes kecantikan ini sudah berjalan sejak hampir 30 tahun yang lalu.

2. Bagaimana mbak Imelda bisa terpilih untuk mengikuti Mrs. World 2014?

Organizer dari Mrs. Asia USA 2013, Virgelia Production memilih saya sebagai kandidat untuk mewakili Indonesia dalam ajang Mrs. World 2014. Penilaian ini didasarkan pada keaktifan dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Amerika, juga keaktifan dalam kegiatan kemasyarakatan. Memang kebetulan bersama Arcinda (Art and Culture of Indonesia) di Colorado, saya cukup aktif berpartisipasi memperkenalkan budaya Indonesia. Berbagai pertunjukan musik dan tarian tradisional sering kami lakukan di berbagai kota, untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Dan selama 10 tahun terakhir ini, bersama GRI (Global Refuge International) serta Riverside Indonesian Fellowship di kota Denver, saya aktif melakukan fundraising melalui penjualan makanan Indonesia (Indonesian Food Bazaar).  Seluruh keuntungan dari bazaar ini digunakan untuk membantu misi kesehatan dan obat-obatan di Uganda, Haiti, Burma, Indonesia, dsb. Syukurlah bahwa rata-rata kita berhasil mengumpulkan sekitar $20,000 (sekitar Rp 220 juta). Ini adalah passion yang saya harapkan bisa terus kita lakukan di masa mendatang. 

3. Apa saja yang mbak dapatkan setelah menjadi kontestan Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014?

Banyak yang saya dapatkan dengan mengikuti kegiatan Mrs Asia USA 2013 dan Mrs World 2014. Selain mendapatkan berbagai inspirasi dari para wanita cantik yang berprestasi, saya bisa menjalin persahabatan dan networking dengan para kontestan yang datang dari berbagai negara di dunia.

4. Mbak Imelda sudah menikah dan punya anak, dukungan apa yang diberikan suami dan anak-anak saat mbak mengikuti kontes tersebut?

Suami dan anak-anak sangat mendukung saya dalam kegiatan ini. Suami saya hadir dalam kedua kegiatan kontes kecantikan (Mrs. Asia USA 2013 di Redondo Beach California dan Mrs. World 2014 di Solomons Maryland). Dia datang untuk mendukung dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Anak-anak juga memberi dukungan, mulai dari membantu dalam pemilihan gaun, membantu latihan question & answers, juga menyaksikan langsung kegiatan tersebut melalui live streaming internet.

5. Suami dan anak-anak sempat protes tidak waktu mbak ikut Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014?

Protes sepertinya nggak, karena saya justru merasa mereka makin mendukung saat saya terpilih mengikuti Mrs World. Jeda waktu antara Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. World 2014 adalah satu tahun. Jangka waktu yang cukup jauh antara satu sama lain. 

Cantik dan punya banyak teman, Imelda tetaplah seorang istri dan ibu yang punya peranan besar dalam keluarganya. Pada halaman selanjutnya, Imelda bercerita tantangan menjadi seorang ibu yang tinggal di negara Amerika Serikat.

3 dari 4 halaman

Imelda Budiman Sebagai Seorang Istri dan Ibu Dari 3 Anak

Foto: dok. pribadi/Imelda Budiman

Cantik, tangguh dan mandiri, walau Imelda dikenal dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial di Amerika Serikat, perannya sebagai istri dari Jonni Anwar dan ibu dari 3 buah hati tidak dilupakan. Membesarkan anak di Amerika Serikat membawa tantangan tersendiri.

1. Dengan banyaknya kesibukan, bagaimana cara mbak Imelda mengatur waktu agar anak-anak dan suami tetap mendapat perhatian?

Saya selalu mengusahakan kegiatan apapun bisa dilakukan dari rumah. Dengan teknologi internet, tentunya ini sangat memudahkan. Setiap hari, saya pastikan untuk mengantar dan menjemput anak anak sekolah, sehingga saya bisa mendapat berita langsung dari mereka tentang kegiatan sehari-harinya. Makan malam bersama, juga saat akhir pekan, kita usahakan untuk selalu ada aktivitas bersama secara keluarga.

2. Sebagai seorang istri dan ibu, pasti ada perbedaan antara Indonesia dan di Amerika Serikat, bisa mbak ceritakan bagaimana peran seorang istri dan ibu di Amerika Serikat?

Sebagai istri dan ibu di sini, perbedaan terbesar adalah penyesuaian budaya Indonesia dalam keluarga, di mana anak-anak tumbuh di lingkungan budaya Amerika. Namun pada dasarnya, ada hal positif dalam kedua budaya tersebut yang bisa kita ambil untuk diterapkan di keluarga.

Saya dan suami selalu memperkenalkan kepada mereka budaya Indonesia untuk bertoleransi dan saling menolong khususnya dalam keluarga, juga teman. Dalam keseharian, kita juga tetap memperkenalkan lagu-lagu Indonesia hingga makanan Indonesia.

Budaya Amerika positif adalah keberanian bagi anak-anak untuk mengeluarkan pendapat, dan tingkat respect yang tinggi dari orang tua terhadap anak-anaknya.

3. Tradisi atau tata krama Indonesia apa saja yang masih mbak ajarkan kepada anak-anak?

Lebih kepada rasa toleransi, rasa hormat dan saling menolong satu sama lain, dimulai dari keluarga dan kepada teman-teman sekitar khususnya. 

Selama 14 tahun tinggal di Amerika Serikat, Imelda tetap mencintai Indonesia. Hal itu terbukti dengan banyaknya kegiatan dan misi sosial yang membawa nama Indonesia. Simak juga cerita Imelda tentang nasi Padang kesukaannya di halaman selanjutnya.

4 dari 4 halaman

Imelda Budiman dan Rasa Cintanya Pada Indonesia

Foto: dok. pribadi/Imelda Budiman

 Jauh dari Indonesia, cinta Imelda Budiman tetap besar bahkan semakin terasah. Ada banyak kegiatan yang dilakukan Imelda di Amerika Serikat untuk mengenalkan budaya Indonesia yang ramah, santun dan beraneka ragam.

1. Saat mbak Imelda ikut suami pindah ke Amerika Serikat, bagaimana cara beradaptasi?

Saya bersama suami dan anak pertama pindah ke America di tahun 2000 (empat belas tahun lalu). Pada awalnya, banyak penyesuaian karena di sini semua harus dilakukan sendiri. Namun banyak juga kemudahan yang tersedia, mulai dari penggunaan microwave, mesin cuci baju dsb.

Penyesuaian terbesar juga mungkin tidak banyaknya anggota keluarga di sini. Namun, persahabatan kuat bersama teman-teman di Amerika sangat baik. Bahkan kita saling menolong satu sama lain dan sudah menjadi hubungan suatu keluarga besar.

2. Kami lihat mbak Imelda masih cinta sekali dengan Indonesia walau sudah belasan tahun merantau. Apa yang membuat mbak masih cinta dengan Indonesia? 

Sebenarnya banyak juga keluarga Indonesia di sini yang masih sangat mencintai Indonesia dan selalu memperkenalkan budaya kita di Amerika. Bahkan banyak juga orang Amerika yang sangat mengagumi budaya Indonesia, bahkan mempelajarinya (seperti gamelan, tarian tradisional dsb). Jika mereka saja mencintai budaya Indonesia, apalagi kita yang berasal dari Indonesia. Akan lebih baik jika kita mengapresiasi budaya kita sendiri.

Kalau saya pribadi, mungkin karena sejak kecil orang tua juga selalu memperkenalkan indahnya budaya Indonesia. Saya menari Bali sejak usia 5 tahun, bahkan hingga masa kuliah. Saya juga sering sekali travelling berkeliling kota untuk mengenal indahnya budaya Indonesia. Rupanya kecintaan itu terus melekat tanpa batas waktu :)

3.  Mbak Imelda berkontribusi dengan Nusan TV, bisa mbak cerikatan latar belakang dan tujuan mengembangkan Nusan TV?

Nusan TV adalah teknologi dekoder menggunakan sarana internet untuk mendapatkan live streaming dari televisi Indonesia. Latar belakangnya adalah ajakan kerjasama dari rekan di sini, untuk mengembangkan teknologi ini. Tujuan kami adalah memenuhi adanya kebutuhan masyarakat Indonesia di Amerika untuk melepas kangen pada berita terbaru dan agar mereka selalu dapat informasi dari Indonesia secara langsung.

4. Biasanya nih, orang yang jauh dari Indonesia pasti kangen dengan masakan-masakan khas Indonesia. Mbak Imelda sendiri paling kangen dengan makanan apa dan bagaimana cara mengobati kangen tersebut?

Suami saya berasal dari Padang dan saya juga suka makanan Padang, seperti rendang, dendeng balado dsb. Ada berbagai cara mengobati kangen makanan Indonesia, bisa masak di dapur pribadi, ke restoran Malaysia/Indonesia di sekitar Amerika, atau kadang pesan dengan catering Indonesia yang ada di sini. Kira-kira dua tahun sekali mertua saya juga datang, dan mereka masak the best Padang food ever :)

Itulah sekilas wawancara eksklusif bersama Imelda Budiman. Dalam rubrik selanjutnya, Imelda membagi tips agar wanita tetap cantik, sehat dan langsing walaupun sudah menjadi ibu. Plus.. rahasia menjalani pernikahan yang bahagia. 

Coming soon, hanya di Vemale.com ;)