Punya Pacar Kasar, Lanjutkan Atau Tinggalkan?

Fimela diperbarui 12 Des 2014, 14:21 WIB

Cinta itu tak selamanya indah. Hubungan yang tadinya berjalan romantis tiba-tiba saja berubah. Kekasih yang tadinya perhatian menjadi mudah marah dan seringkali bersikap kasar. Disaat emosi tinggi ia kerap memaki Anda, bahkan pernah memukul. Amarah yang tidak terkontrol seringkali dapat menyebabkan seseorang berperilaku kasar, termasuk melakukan pelecehan verbal, kekerasan fisik, mental atau emosional. Apa yang harus Anda lakukan jika memiliki pacar yang suka bertindak kasar? Berikut tipsnya seperti yang dilansir dari laman wikihow.com.

Yang pertama, Anda harus sadar bahwa kejadian tersebut bukanlah kesalahan Anda. Sehingga hal tersebut tidak menjadi beban pikiran. Setelah Anda dapat mengendalikan diri selanjutnya carilah dukungan dari keluarga atau teman terdekat Anda. Mintalah saran agar Anda dapat mengambil sebuah keputusan bagi hubungan Anda dikemudian hari. 

Yang kedua, Anda dapat mengajukan proses secara hukum atau dapat berdamai. Sehingga pasangan Anda berfikir ulang untuk melakukan tindakan kekerasan lagi. Penanganan hukum pada KDP atau Kekerasan Dalam Pacaran belum ada pasal khusus untuk menjerat pelaku, namun bukan berarti pelaku tidak bisa dibuktikan bersalah di mata hukum.

Ada pepatah mengatakan bahwa jatuh cinta tidaklah harus terluka, karena tujuan utamanya adalah bahagia bersama. Ingat bahwa setiap orang bisa mengalami stress karena berbagai masalah, namun tidak semua orang meresponsnya dengan kemarahan. Peringatkan pasangan Anda untuk mengendalikan emosinya atau ia akan kehilangan Anda. Jika Anda tidak dapat mengendalikan masalah ini, Anda bisa melakukan konseling dengan psikolog. Hal ini sangat penting karena Anda bisa berbicara dengan seseorang yang memahami trauma psikologis Anda.

Yang ketiga adalah Anda harus berhenti melanjutkan hubungan dengan pacar Anda. Karena tidak seorangpun yang berhak menghakimi kesalahan dengan kekerasan, terlebih lagi oleh pacar yang seharusnya menjadi tempat bersandar. Dengan begitu Anda dapat pulih secara fisik dan mental dari tindakan tersebut. Selanjutnya, hentikan komunikasi dengannya karena hubungan ini akan memburuk jika diteruskan. Lebih baik ada mencari sosok pacar yang lebih lebih tepat dan menyayangi Anda, Ladies.

Anda pernah mengalami hal serupa? Share pengalaman Anda, tips untuk bangkit sangat berguna bagi sahabat kita yang mungkin sedang dalam masalah seperti ini.

 

(vem/chi)