Ngamuk Disuguhi Kacang, Anak Pemilik Korean Air Dituntut 10 Tahun Penjara

Fimela diperbarui 13 Des 2014, 12:10 WIB

Pelayanan yang baik dari staf pesawat kepada penumpang memang menjadi salah satu ukuran baik atau tidaknya kualitas sebuah maskapai penerbangan. Namun bisa jadi bencana jika Anda kemudian membuat pesawat yang Anda tumpangi kembali ke bandara hanya karena kacang.
 
Hal ini terjadi dengan Korean Air, salah satu maskapai penerbangan besar Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi berita panas di berbagai media internasional. Ini dikarenakan oleh suatu insiden yang dibuat seorang penumpang sekaligus menjabat sebagai Wakil Presiden dari Korean Air, Heather Cho.

(vem/feb)
What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Disuguhi Kacang, Heather Cho Marah

Dilansir dari dailymail.co.uk, dalam sebuah penerbangan dari bandara JFK New York ke bandara Incheon Korea Selatan, wanita berusia 40 tahun ini meminta pilot pesawat untuk kembali ke bandara JFK untuk menurunkan seorang kru pesawat yang menyuguhkannya kacang dalam sebuah kantong plastik, bukannya dalam piring.

Ia mengatakan bahwa seharusnya makanan tidak disajikan seperti itu, dan ada aturan dalam buku manual yang menjelaskan tentang sopan santun menyuguhkan makanan. Ia kemudian meminta pramugari yang menyajikan kacang tersebut membaca buku manual dan menunjukkan poin tersebut, namun si pramugari tidak bisa memenuhi permintaanya.

3 dari 5 halaman

Bersikeras Menurunkan Penyaji Kacang

Ia bersikeras dan marah dalam pesawat sehingga meminta meminta pilot memutar haluan kembali ke bandara untuk menurunkan pramugari tersebut. Permintaan ini membuat penerbangan tertunda beberapa lama tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada seluruh penumpang di pesawat.

Pada awalnya, Heather Cho beralasan bahwa ia di situ sekaligus melakukan inspeksi dadakan terhadap kru pesawat tentang pelayanan di dalam pesawat. Namun hal ini justru mendapat sorotan dari pemerintah Korea Selatan yang mengatakan bahwa Heather Cho saat itu berstatus sebagai penumpang di dalam pesawat, bukannya sebagai Wakil Presiden yang sedang menjalankan tugas.

Jadi, seharusnya ia berperilaku dan diperlakukan selayaknya penumpang, bukannya malah menyebabkan kekacauan yang merugikan penumpang lain. Hal ini melanggar aturan hukum penerbangan. Karena tindakannya inilah, hukum Korea Selatan menuntutnya dengan hukuman 10 tahun penjara.

4 dari 5 halaman

Haether Cho Minta Maaf

Copyright by bbc.com

Berdasarkan bbc.com, meski pada awalnya, pihak Heather Cho dan Korean Airline membela tindakan wakil presidennya ini dengan alasan mengawasi layanan penerbangan, namun beberapa waktu setelah itu, mereka membuat konferensi pers dan meminta maaf di hadapan banyak media. Bahkan menjanjikan akan meminta maaf kepada pihak pramugari yang sudah diperlakukan tidak baik di dalam pesawat.

Dalam acara konferensi pers tersebut, Heather Cho pribadi muncul di hadapan publik dan membungkukkan badan meminta maaf kepada masyarakat dan media atas perbuatannya yang sembrono. Ia juga telah mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Korean Air atas tindakannya tersebut.

5 dari 5 halaman

Heather Cho Resign

Copyright by bbc.com

Ayah dari Heather Cho, Cho Yang Ho sendiri sebagai ayah dan kepala Korean Air juga meminta maaf atas tindakan bodoh putrinya dan mengatakan bahwa ia telah mencabut segala jabatan dan kekuasaan atas nama Heather Cho di dalam perusahaan maskapai penerbangan tersebut. Sementara ini, proses hukum sedang berlanjut untuk menetapkan hukuman yang akan diberikan kepada Heather Cho.

Terlepas dari jabatan yang tinggi, meski layanan terhadap penumpang memang menjadi hal penting untuk diperhatikan, namun ada baiknya juga jika tidak bertindak gegabah ya Ladies. Penting pula untuk memikirkan terlebih dahulu kepentingan orang lain, jangan sampai karena hal kecil, masalah berubah jadi besar.