Keharuan Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh Dibeberapa Negara

Fimela diperbarui 27 Des 2014, 13:17 WIB

Siapa yang tidak ingat peristiwa tsunami aceh 26 Desember 2004. Bencana ini merupakan salah satu bencana terbesar yang pernah ada dan meninggalkan kenangan pahit bagi para korbannya. Kali ini bencana Tsunami Aceh telah mencapai usia 10 tahun. Untuk mengenang peristiwa tersebut, beberapa negara yang mengalami imbas dari bencana ini melakukan peringatan.

Seperti dilansir di bbc.com, beberapa negara melakukan peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh. Di Indonesia sendiri upacara peringatan dilakukan di makam massal Siron yang langsung dipimpin oleh Wakil Presiden Indonesia Bapak Jusuf Kalla. Terdapat lebih dari 200 ribu jiwa melayang akibat bencana dahsyat ini.

Pada peringatan kali ini, Bapak Kalla mengucapkan terima kasih kepada semua relawan dan bantuan dari dalam maupun luar negeri. Ia juga memberikan penghargaan bagi duta besar negara-negara yang ikut mendonasikan bantuannya. Pada kesempatan tersebut beliau juga mengajak semua yang hadir melantunkan doa bagi para korban.

Sedangkan peringatan di Thailand dipimpin oleh Perdana Menteri Prayuth dengan meletakkan karangan bunga untuk para korban tsunami di lokasi terdamparnya perahu polisi yang waktu itu tengah melakukan operasi laut. Hampir 5.500 orang di Thailand kehilangan nyawa saat gelombang besar tsunami menyapu pesisir pantai Samudra Hindia di Thailand.

Peringatan 10 tahun ini juga dilakukan di Sri Langka. Hampir 1.700 penumpang kereta tujuan Kolombo meninggal akibat bencana besar ini. Pusat peringatan dilakukan di Kereta Api Samudera Ratu Express, dimana kereta ini adalah saksi kenangan pahit hilangnya banyak nyawa di Sri Langka.

Di Swedia, peringatan 10 tahun terjadinya bencana tsunami dilakukan di Katedral Uppsala. Lebih dari 500 orang meninggal akibat bencana tersebut. Gempa besar yang mengakibatkan tsunami ini juga menyebabkan gelombang tinggi dan besar di berbagai negara lain seperti Bangladesh, Myanmar, Malaysia, Maladewa dan negara-negara Afrika Timur yakni Somalia, Tanzania serta Kenya.

Setelah terjadi bencana mengerikan tersebut, saat ini sistem peringatan Tsunami dan prosedur darurat segala bencana di seluruh dunia tengah diperbaiki dan terus dikembangkan. Hal ini bertujuan meminimalkan adanya korban yang lebih banyak di masa depan. Semoga saja bencana seperti ini tidak pernah terjadi lagi, dan cukup Tsunami Aceh sebagai pelajaran bagi kita semua untuk lebih hati-hati dan waspada saat terjadi bencana.

(vem/mim)
What's On Fimela