Terlalu Lama Menunggu Kamar Rumah Sakit, Penderita Kanker Meninggal

Fimela diperbarui 09 Mar 2015, 11:50 WIB

Salah satu penyakit yang paling ditakuti dan merenggut ribuan bahkan jutaan nyawa di dunia adalah kanker. Kanker tidak hanya berisiko pada wanita saja, namun juga berisiko pada pria dewasa bahkan anak-anak. Ketika pihak rumah sakit sedikit saja lalai saat menangani pasien kanker, hal ini disinyalir bisa memperburuk kondisi pasien bahkan menyebabkan kematian seperti halnya yang di alami Alan Rennie.

Dilansir dari laman mirror.co.uk, Alan adalah seorang penderita kanker otak. Karena mengalami demam tinggi dan infeksi urin, ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Wishaw, Lanarkishire untuk menjalani perawatan. Namun sayang, saat tiba di rumah sakit, petugas rumah sakit dan dokter yang ada di sana mengatakan bahwa rumah sakit sedang penuh. Alan dan pihak keluarga harus bersabar menunggu selama 8 jam untuk bisa segera menempatkan Alan di ruang ICU dan tempat tidur rumah sakit.

Melihat kondisi Alan (54) seorang mantan polisi tersebut semakin memburuk, pihak keluarga mendesak rumah sakit untuk segera mencarikan kamar perawatan untuk Alan. Namun, lagi-lagi pihak rumah sakit mengatakan bahwa Alan akan baik-baik saja. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Alan bisa mendapatkan tempat tidur di kamar perawatan darurat.

Menurut sang istri bernama Marian, karena terlalu lama menunggu untuk mendapatkan kamar perawatan, kondisi Alan semakin buruk dan ia bahkan mengigau. Tubuh Alan gemetar dan ia juga mengalami hilang ingatan tapi dokter dan perawat mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.

Marian mengatakan "Alan tubuhnya gemetar dan ia bahkan tidak bisa mengingat hari ulang tahun dirinya sendiri maupun saya. Tetapi dokter dan perawat bilang ia akan baik-baik saja. Ini adalah efek dari antibiotik yang baru saja diberikan kepadanya."

Meskipun dokter bilang baik-baik saja, nampaknya hal buruk telah menimpa Alan. Ia terjatuh dari tempat tidur saat mencoba bangun dari tempat tidurnya. Kepalanya mengalami luka dan perawat yang menanganinya mengatakan ia baik-baik saja. Dan setelah 3 jam kemudian, pihak keluarga diberi tahu oleh dokter yang menangani Alan bahwa penderita kanker otak tersebut kondisinya semakin memburuk.

Dokter mendiagnosis terjadi pendarahan di otak yang membuat kondisinya semakin memburuk. Pihak rumah sakit mengatakan, saat Alan terjatuh dari tempat tidur, para perawat sedang memeriksa pasien lain dan lalai akan hal ini. Meskipun perawatan darurat telah dilakukan, nyawa Alan tidak bisa diselamatkan.

Atas kejadian ini, pihak keluarga mengaku sangat terpukul dan kecewa dengan perawatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Marian, mengatakan "Saya telah merawat Alan selama 7 tahun dengan penyakit kankernya namun hal buruk seperti ini tidak pernah terjadi. Saya dan keluarga sangat kecewa sekaligus sedih. Pihak rumah sakit selalu bilang bahwa Alan baik-baik saja, tapi apa yang terjadi. Alan justru meninggal saat ia berada di rumah sakit tersebut yang tak lebih dari 1 hari."

Kasihan sekali apa yang menimpa Alan ya Ladies. Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terjadi lagi.

(vem/mim)