Dokter Menyuruhku Aborsi Tapi Kutolak, Syukurlah Aku dan Bayiku Selamat

Fimela diperbarui 09 Mar 2015, 13:30 WIB

Perlu kita tahu, tidak sedikit wanita mengalami masalah pada kandungan atau rahimnya sehingga saat mengandung, ia seringkali mengalami keguguran. Bukan hanya itu saja, selain mengalami masalah yang menjadikan wanita mengalami keguguran, masalah lain adalah tidak sedikit wanita yang harus melakukan aborsi terhadap kandungannya agar nyawanya bisa selamat.

Seperti dilansir pada laman mirror.co.uk, seorang wanita bernama Emily Caines telah disarankan beberapa dokter untuk mengaborsi kandungannya yang masih berusia 24 minggu demi menyelamatkan nyawanya maupun nyawa sang bayi.

Sebelumnya, Emily (26) istri dari pria bernama Alistair ini telah dua kali menjalani aborsi untuk melahirkan bayinya di usia 24 minggu sebagai bayi prematur. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan ibu maupun sang bayi yang ada di dalam kandungan. Leher rahim Emily dikatakan memendek saat usia bayi menginjak 24 minggu dan hal ini dikatakan sangat berbahaya.

Karena hal tersebut, dokter yang merawat Emily menyarankan untuk melakukan aborsi atau proses lahiran lebih cepat yakni di usia kandungan yang masih berjalan 24 minggu. Namun sayang, kedua bayinya meninggal dunia saat proses lahiran tersebut. Meninggalnya kedua buah hatinya inilah yang membuat Emily terpuruk dan terlalu sedih bahkan membenci aborsi.

Emily telah lama bermimpi untuk menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Dan setelah ia hamil untuk ketiga kalinya, wanita 26 tahun tersebut berjanji untuk tidak melakukan aborsi atau lahiran lebih cepat seperti saran dokter kepadanya. Apapun yang terjadi, Emily akan mempertahankan kandungannya. Untuk mempertahankan dan menyelamatkan kandungannya, salah seorang profesor kandungan Tim Draycott rupanya membantu Emily.

Perawatan khusus dilakukan profesor kepada Emily saat kandungannya menginjak 24 minggu. Dan trik khususpun telah dirancang oleh profesor Tim untuk menyelamatkan bayi Emily. Bersyukur, trik khusus dari profesor berhasil dilakukan.

Setelah menunggu cukup lama dan mengalami kekecewaan sebanyak dua kali sebelumnya, Emily berhasil melahirkan bayi laki-laki sehat dan lucu. Emily dikatakan menolak aborsi dan memilih mempertahankan kandungannya meskipun cukup berisiko bagi kesehatannya. Namun, perjuangan yang dilakukannya tidak sia-sia. Ia melahirkan bayi laki-laki dimana kandungannya telah berusia 36 minggu.

Semoga saja bayi Emily yang ketiga ini bisa hidup sehat dan tumbuh menjadi anak yang manis serta mampu melengkapi kebahagiaan Emily beserta keluarga besarnya. :)

(vem/mim)
What's On Fimela