Diduga Bunuh Supir Taksi, Gadis 16 Tahun Dibakar Hidup-Hidup

Fimela diperbarui 25 Mei 2015, 11:43 WIB

Dari hari ke hari, nampaknya kasus kriminal makin marak dan meresahkan saja Ladies. Tak hanya di Indonesia, kasus kriminal juga kerap terjadi di Guatemala. Dilansir dari laman metro.co.uk, seorang gadis belia yang masih berusia 16 tahun telah dihakimi masa dan dibakar hidup-hidup karena diduga terlibat sebagai sebagai anggota kelompok begal/ rampok yang telah membunuh seorang supir taksi.

Gadis yang tidak disebutkan namanya tersebut diduga merupakan anggota geng begal yang sangat sadis dan kejam. Dalam aksi mereka, geng begal ini tidak segan-segan merampok dan membunuh para korbannya.



Geng ini juga tak akan segan merampok serta membunuh tukang ojek ataupun supir taksi di sana. Menurut warga, geng ini tidak pilih-pilih korban saat menjalankan aksinya. Dan yang terakhir sebelum gadis tersebut dihakimi masa, ia sedang menjalankan aksinya tengah merampok seorang seorang supir taksi.

Dalam aksinya, ia bersama dengan dua orang teman laki-laki. Saat menjalankan aksinya inilah, ia bersama rekan-rekannya membunuh supir taksi yang diketahui berusia 68 tahun dengan sebuah tembakan. Warga yang kebetulan mengetahui insiden ini, lalu melakukan penangkapan dan pengepungan bagi geng begal tersebut.



Dua laki-laki yang tak lain adalah teman si gadis berhasil kabur. Namun naas, gadis 16 tahun tersebut justru tertangkap oleh warga di desa Rio Bravo, 77 mil sebelah barat ibukota Guatemala. Saat tertangkap, warga langsung menghakiminya dengan sadis dan kejam.

Gadis 16 tahun tersebut ditendang, dipukul dan dianiaya hingga babak belur. Beberapa kali si gadis mencoba untuk melawan, namun warga yang geram justru memukulnya dan menendangnya dengan sangat keras. Tak hanya itu saja, beberapa warga menyiram si gadis dengan bensin dan menyulutkan api di tubuhnya.



Karena dihakimi masa dan dibakar hidup-hidup, gadis yang tidak disebutkan identitasnya itupun meninggal dunia. Saat kejadian ini berlangsung, tidak nampak satupun seorang polisi di sana. Juru bicara kepolisian setempat mengungkapkan, jika saat itu polisi campur tangan dalam penghakiman tersebut, polisi takut akan menimbulkan ketegangan lebih lanjut di daerah tersebut.

Dan saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini. Wah, kasihan ya Ladies. Meskipun kita mengetahui ada seseorang yang berbuat salah, tidak semestinya kita main hakim sendiri apalagi sampai membunuh orang yang bersalah dengan cara yang kejam dan sangat sadis. Semoga peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi lagi ya.

(vem/mim)
What's On Fimela