Umi Pipik: Hijab Fashion Jangan Sampai Di Luar Syariat Islam

Fimela diperbarui 29 Jun 2015, 10:10 WIB

Hijab di Indonesia kini tak bisa dipandang sebelah mata. Dari beberapa tahun silam perkembangan hijab semakin pesat. Hijab tak lagi dipandang sebagai cara berpakaian yang kuno. Dilansir oleh KapanLagi.com (28/6), banyak desainer muda bermunculan dengan berbagai karya yang sangat stylish. Salah satunya adalah Pipik Dian Irawati.

"Ya udah pasti banyak perubahan untuk busana muslim. Apalagi Indonesia jadi trendsetter untuk busana muslimah. Dari desainer-desainer muda yang ngedesign baju, meski kita pakai hijab tetap ada fashionnya, syar'inya ada. Tidak seperti dulu-dulu orang mengenal hijab. Tapi harus dilihat jangan sampai keluar dari Islam," ungkapnya.

Pipik yang juga seorang pendakwah rupanya memang sangat concern dengan baju muslim yang menutup aurat dan syar'i. Ia pun bersyukur bahwa kini fashion busana muslim telah memahami konteks busana yang syar'i menurut agama.

"Alhamdulillah apalagi kalau dilihat dari pasar muslim, banyak sekali baju syar'i. Yang diharuskan ya seperti itu. Tapi kan kita kembali lagi, sebaik-baiknya orang, bagaimana kita ke Allah. Sebenernya kalau mau bicara syar'i, konteksnya luas. Pergaulan kita sudah syar'i belum, keluarga kita sudah syar'i belum. Konteksnya luas kalau muslim itu," jelas Pipik.

Pipik pun menerapkan pakem busana syar'i pada setiap desainnya. Mayoritas desainnya hitam karena ia suka dengan warna hitam. Ia pun tak takut menerjang pasar fashion dengan idealismenya tersebut.

"Biasanya orang buka butik keluar dari karakternya. Kalau saya buka butik karena saya suka Islam, ya saya suka yang warna hitam. Kalau yang warna di tempat-tempat lain juga ada. Semua proses, berhijab juga proses," jelasnya.

"Kalau butik yang memunculkan karakter sendiri, saya juga sesuai karakter saya," tandasnya.

Sukses terus untuk Umi Pipik, semoga semakin bisa menginspirasi muslimah Indonesia untuk tampil semakin syar'i. 

(vem/ivy)