5 Alasan Anda Harus Berhenti Memakai High Heels

Fimela diperbarui 08 Sep 2015, 15:00 WIB

Jika mendengar kata benda high heels, Anda pasti akan membayangkan kaki wanita yang memakainya bukan? Wanita memang tak bisa lepas dari benda yang bisa membuat mereka tampak cantik, anggun, feminin dan tinggi ini. Bahkan sudah seperti benda sehari-hari yang wajib dimiliki

Tapi banyak juga wanita yang menolak memakai sepatu hak karena rasa sakit yang timbul karena memakai benda satu ini. Lagipula jika tidak dituntut dengan berbagai alasan, mungkin Anda juga enggan memakai sepatu ini, benar kan?

Mungkin Anda memang benar-benar harus meninggalkan sepatu dengan 'tiang' di bagian tumit ini Ladies. Karena dilansir dari lifehack.org, lima alasan ini perlu Anda ketahui agar Anda mengurungkan niat terus-terusan memakai high heels.

    Merusak otot betis

    Sebuah penelitian yang dilakukan di Manchester Metropolitan University menemukan bahwa kebiasaan memakai high heels bisa menyebabkan menurunnya kemampuan otot kaki. Menyebabkan kram pada tendon Achilles di betis yang berfungsi menghubungkan otot betis ke tumit sehingga Anda mudah lelah saat berjalan.

    Menyebabkan nyeri punggung bawah

    Kaki adalah penyangga utama tubuh, dan jika memakai sepatu yang tidak men-support kaki dengan baik, maka akan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu, termasuk mengganggu otot nyeri punggung. High heels memberikan tekanan pada tulang punggung sehingga memperburuk postur tubuh.

    Kurang kredibel di tempat kerja

    Pekerjaan memang sering jadi alasan banyak wanita memakai high heels, tapi juga jadi penghalang ketika bekerja, terutama ketika Anda masih meniti karir dari bawah. Anda perlu bekerja dengan giat, lebih keras dan mungkin berjalan lebih cepat. Jika pakai high heels memang bisa bekerja lebih efisien?

    Memberi kesan wanita penggoda dan jadi sasaran pelecehan seksual

    Anda pasti tahu bahwa wanita jadi terlihat seksi dan menaik ketika memakai high heels kan? Tapi justru ini yang sering menjadikan wanita dinilai buruk. Karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Nicolas GUEGUEN (2014) menunjukkan bahwa wanita yang memakai high heels sering dijadikan objek untuk hal-hal berbau seksual. Bahkan lebih sering jadi sasaran pelecehan seksual.

    Mendukung pemikiran kolot dan stereotipe wanita

    Wanita akan tetap jadi wanita meski tanpa high heels. Anda tak bisa menilai wanita hanya karena ia memakai high heels atau tidak. Kecantikan bukan dinilai dari sepatu, tapi dari hati dan perilaku. Jadi untuk apa mengesampingkan kesehatan hanya untuk mempertahankan pemikiran kuno tentang perempuan cantik?

Itu dia Ladies, daripada mengorbankan kesehatan tubuh, bersyukurlah masih ada flat shoes yang bisa jadi alternatif Anda tetap tampil cantik.

(vem/feb)