Melalui Kain Tradisional, Lungsin Perkaya Pilihan Tas Modern dan Lestarikan Budaya Indonesia

Fimela diperbarui 07 Okt 2015, 16:16 WIB

Mencermati perkembangan dunia fashion serta berbekal pengalaman, Lungsin hadir dengan menyediakan berbagai pilihan desain aksesoris eksklusif bagi kebutuhan perempuan masa kini. Produk yang antara lain tas, clutch dan tas mukena yang unik dengan sentuhan tradisional.

Beragam corak, warna dan tekstur kain tenun berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia dipadukan dengan bahan kulit pilihan. Desain unik dan elegan juga menjadi ciri khas Lungsin dengan menjaga kualitas serta harga yang terjangkau.

"Lungsin berdiri sejak tahun 2012, di desain langsung oleh pemilik Lungsin, Aulia Rusnita. Tas terbuat dari macam-macam tenun seperti dari NTT, Bali, songket Palembang, tapis Lampung dan sebagainya," kata salah satu pegawai Lungsin kepada reporter Vemale.com, Yuni Arta Sinambela saat ditemui dalam Bazar di Gandaria City Jakarta Selatan.

Lungsin yang berarti benang tenun sejajar ini, tak hanya membuat penampilan Anda semakin lengkap namun juga dapat mempresentasikan identitas Indonesia dalam ekspresi keanggunan budaya yang beragam. "Pilihan warna kainnya pun dipilih dengan tepat sesuai modelnya. Ada warna merah, coklat, abu-abu, hitam, pink, maroon," jelas pegawai tersebut. "Dan kulit yang dipakai sebagai bahan material tas ini terbuat dari kulit sapi, domba dan ular sehingga lebih tahan lama," tambahnya.

Harga tas buatan Lungsin sangat beragam, mulai dari Rp 875.000 hingga Rp 2.750.000. Selain di bazar, Lungsin juga hadir di Galeries Lafayette dan Grand Indonesia.

Kain yang dipakai pun dibeli langsung dari pengrajin, sehingga merupakan suatu komitmen pula untuk membina para pengrajin kain tenun tradisional yang telah melestarikan budaya bangsa dikenal di dunia.

(vem/yun/reg)